Free Float Indomaret (DNET) 7,53%, 1.098 Investor Masih Bertahan
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 28 Februari 2026. DNET memiliki porsi saham beredar di publik (free float) hanya 7,53%, turun dari 9,11% pada 31 Januari 2026.
Laporan yang terbit di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Maret 2026 itu mencantumkan jumlah saham free float perseroan. Pada 28 Februari 2026, jumlah saham free float turun menjadi 1,06 miliar unit saham dari sebelumnya sebanyak 1.,29 miliar saham.
Dari sisi jumlah pemegang saham, DNET mencatat terjadi penurunan 30 orang menjadi 1.098 orang pada 28 Februari 2026. Padahal bulan lalu, investor DNET sebanyak 1.128 orang pada 31 Januari 2026.
Dari sisi pemilik manfaaat akhir atau Ultimate Beneficial Ownership (UBO), perseroan mengungkapkan Anthoni Salim sebagai pemilik manfaat. Anthoni Salim juga menjadi pemegang saham langsung perseroan.
Sebagai perusahaan holding investasi, DNET mengembangkan investasi di tiga perusahaan, yaitu PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) atau KFC Indonesia, PT Indomarco Prismatama atau Indomaret, dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti.
Adapun, DNET memiliki anak perusahaan, yaitu PT Mega Akses Persada atau FiberStar, yang fokus pada pengembangan infrastruktur jaringan serat optik.
BEI sebelumnya telah memberlakukan kebijakan free float minimum 15% bagi seluruh emiten tercatat dan terbuka di bursa pada Maret 2026. Selain itu, BEI juga resmi memberlakukan pengungkapan data pemegang saham lebih dari 1% yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.