Pemerintah Proyeksikan Kontribusi Pariwisata ke PDB Capai 3,97% di 2025
Sektor pariwisata tetap menjadi salah satu penopang penting perekonomian nasional. Berdasarkan Tourism Satellite Account (TSA), kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di 2023 sebesar 4,67%. Pencapaian ini menegaskan peran strategis industri perjalanan, akomodasi, hingga ekonomi berbasis pengalaman dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah memproyeksikan kontribusi pariwisata ke PDB pada 2025 itu sekitar 3,97%
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana,mengatakan kontribusi PDB pariwisata itu merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama Kementerian Pariwisata. "Karena itu, ketersediaan data TSA sangat penting dalam mengukur capaian kinerja sektor pariwisata,” ujarnya dalam pertemuan daring dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (16/3/2026).
Kendati demikian, jeda rilis data resmi yang dapat mencapai sekitar dua tahun itu membuat angka yang tersedia belum sepenuhnya mencerminkan kondisi terkini industri pariwisata yang terus bergerak dinamis. Untuk menutup celah tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan estimasi kontribusi PDB pariwisata 2025 melalui pendekatan sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan aktivitas wisata, seperti akomodasi, makan minum, dan transportasi udara.
Berdasarkan pendekatan ini, kontribusi pariwisata ke PDB pada 2025 diperkirakan sekitar 3,97%. Pemerintah pun memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik guna mempercepat penyediaan data yang lebih aktual dan responsif terhadap kebutuhan kebijakan ekonomi.
Selain perhitungan PDB, kolaborasi juga mencakup pelaksanaan Passenger Exit Survey (PES) di bandara internasional untuk mengukur pengeluaran wisatawan mancanegara—komponen krusial dalam menghitung kontribusi devisa sektor ini. Menteri Pariwisata berharap BPS dapat mempercepat proses penghitungan atau menghadirkan pendekatan statistik alternatif.
“Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BPS dalam pengembangan statistik pariwisata nasional, termasuk dalam menyediakan data yang lebih responsif terhadap kebutuhan kebijakan,” kata Widiyanti.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi langkah estimasi sementara yang dilakukan Kemenpar. Ia menjelaskan bahwa penyusunan TSA Indonesia mengikuti standar internasional sehingga prosesnya kompleks dan membutuhkan integrasi berbagai sumber data.
“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini telah ditetapkan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang krusial bagi Indonesia,” ujarnya. Ke depannya, pemerintah menargetkan kontribusi PDB pariwisata meningkat signifikan. “Rasio PDB pariwisata di 2045 ditargetkan naik menjadi 8% dari sekitar 4,6% pada 2025 menjadi 8% pada 2045,” kata Amalia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.