Minyak Kutus Kutus Palsu Marak di E-Commerce, Ini 5 Cara Membedakannya

(Dok. Kutus-Kutus)
Produk Kutus Kutus

Akhir-akhir ini, peredaran minyak herbal Kutus Kutus palsu marak ditemukan di berbagai platform e-commerce. Merespons hal tersebut, pemilik Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto, membagikan lima pertanyaan kritis yang perlu dipertimbangkan konsumen sebelum membeli produk Kutus Kutus.

Pertama, apakah harganya masuk akal? Harga resmi produk Kutus Kutus pada 2026 untuk ukuran 100 ml adalah Rp170.000, sementara ukuran 35 ml dibanderol Rp90.000. Harga ini dapat sedikit berbeda tergantung daerah atau platform penjualan. Namun, jika ditemukan produk ukuran 100 ml dijual hanya Rp50.000–Rp80.000, konsumen sebaiknya waspada dan menunda pembelian.

Kedua, seperti apa kemasannya? Arniel meminta konsumen memperhatikan detail cetak pada kemasan. "Produk asli kami hadir dengan logo Kutus Kutus berwarna emas mengkilap, bukan kuning polos buram. Tulisan Minyak Balur juga berwarna emas tua tegas, bukan kuning pucat," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (26/3/2026).

Fazli Hasniel Sugiharto (Foto: Silawati/SWA)
Fazli Hasniel Sugiharto (Foto: Silawati/SWA)

Ketiga, apakah tulisan kecilnya terbaca? Konsumen disarankan memperhatikan tulisan “Tamba Waras Bali” di bawah logo. Pada produk palsu, tulisan ini kerap terlihat buram bahkan hampir tidak terbaca, sementara pada produk asli tercetak jelas dan rapi.

Keempat, bagaimana aroma dan teksturnya? Meski pembelian dilakukan secara daring, Fazli menegaskan keaslian produk masih bisa dicek saat barang diterima.

"Produk palsu biasanya memiliki aroma menyengat dan tekstur lebih encer. Jika setelah sampai aromanya berbeda dari biasanya, jangan dipaksakan untuk dipakai," tegas pria yang akrab disapa Arniel itu.

Kelima, siapa penjualnya dan dari mana asalnya? Konsumen diimbau untuk membeli dari distributor resmi atau toko dengan reputasi terpercaya. Penjual yang tidak jelas identitasnya dan menawarkan berbagai produk yang tidak berkaitan patut dicurigai.

"Produk herbal digunakan langsung pada tubuh. Jika bahan dan standarnya tidak jelas, bisa menyebabkan iritasi atau masalah kulit lainnya. Keamanan konsumen adalah prioritas kami," pungkasnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag