Laba Bersih Alfamart (AMRT) Naik 8,34% pada 2025, Pendapatan Tembus Rp126,73 Triliun

Laba Bersih Alfamart (AMRT) Naik 8,34% pada 2025, Pendapatan Tembus Rp126,73 Triliun
Suasana outlet Alfamart yang dikelola oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart. Foto Alfamart

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) alias Alfamart membukukan pendapatan bersih senilai Rp126,73 triliun untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Omset ini meningkat sebesae 7,19% dari Rp118,22 triliun pada 31 Desember 2024.

Melansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/3/2026), pendapatan bersih tersebut ditopang dari segmen makanan sebesar Rp89,62 triliun dari Rp83,28 triliun. Kemudian, segmen bukan makanan sebesar Rp37,10 triliun dari Rp34,94 triliun.

Manajemen AMRT merincikan pendapatan bersih dari pewaralaba sebesar Rp22,95 triliun, lebih tinggi dari Rp21,57 triliun pada 2024.

Kemudian, pendapatan dari pihak berelasi naik menjadi Rp31,54 miliar dari Rp25,55 miliar. Pihak-pihak berelasi itu berasal dari PT Yamazaki Indonesia, PT Benfood Dinamika Sentosa, PT Benfood Ekamakmur Nusajaya, PT Alfindo LF Makmur, PT Atri Distribusindo, dan lain-lain.

Kenaikan pendapatan bersih tersebut selaras dengan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar Rp98,98 triliun yang meningkat 6,58% dari Rp92,86 triliun.

Hasilnya, AMRT membukukan laba bruto (kotor) sebesar Rp27,75 triliun atau meningkat 9,42% dari Rp25,36 triliun.

Sejumlah beban terpantau membengkak, sehingga laba usaha AMRT sebesar Rp4,56 triliun, naik 11,86% dari Rp4,07 triliun.

Beban yang membengkak tersebut adalah beban penjualan dan distribusi sebesar Rp21,96 triliun dari Rp20,20 triliun. Kemudian, beban umum dan administrasi sebesar Rp2,43 triliun dari Rp2,17 triliun. Namun, beban lainnya ditekan sebesar Rp126,25 miliar dari Rp126,98 miliar. Sedangkan pendapatan lainnya meningkat sebesar Rp1,33 triliun dari Rp1,22 triliun.

Setelah dipotong pajak, biaya keuangan, pendapatan keuangan, dan lain-lain, maka AMRT mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih senilai Rp3,41 triliun pada tahun 2025. Pos laba bersih ini meningkat 8,34% dari Rp3,14 triliun pada tahun 2024.

Naiknya laba bersih turut meningkatkan laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2025 dibanding tahun 2024. Hasilnya, laba per saham AMRT menjadi Rp82,16 per saham dari Rp75,81 per saham.

Dari sisi neraca, total aset AMRT meningkat 9,74% menjadi Rp42,57 triliun pada tahun 2025. Padahal sebelumnya, total aset perseroan hanya Rp38,79 triliun pada tahun 2024.

Namun, total liabilitas perseroan membengkak 9,92% menjadi Rp23,19 triliun pada tahun 2025. Sebelumnya, liabilitas perseroan menembus Rp21,10 triliun pada tahun 2024.

Adapun, total ekuitas perseroan meningkat 9,53% menjadi Rp19,38 triliun pada tahun 2025. Sebelumnya, ekuitas perseroan mencapai Rp38,79 triliun pada tahun 2024.

Terkait konflik geopolitik di kawasan Asia Barat, khususnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, perseroan mencermati konflik itu meningkat pada akhir Februari 2026. Hal ini membuat ketidakpastian geopolitik dan volatilitas di pasar keuangan dan energi global meningkat.

Untungnya, AMRT tidak memiliki operasi langsung yang signifikan di negara-negara yang terlibat langsung di konflik tersebut. Namun, dampak ekonominya mempengaruhi operasi dan kinerja keuangan kelompok usaha secara tidak langsung.

“Manajemen akan terus memonitor perkembangan terkait konflik ini dan menilai potensi dampaknya pada periode pelaporan berikutnya,” jelas manajemen AMRT di laporan keuangan tahunan yang terbit di laman keterbukaan informasi BEI di hari ini.

Pada penutupan bursa Jumat ini, saham AMRT ditutup melemah tipis 0,34% ke Rp1.455 dari Rp1.460 pada perdagangan sebelumnya. Kapitalisasi pasar saham perseroan menembus Rp60,4 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 41,82 juta saham. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag