Envy Technologies (ENVY) Berencana Mengakuisisi 99% Saham Delapan Media Komunikasi, Mengapa?
Emiten teknologi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY), berencana untuk melakukan akuisisi saham pada PT Delapan Media Komunikasi sebesar 99% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan usaha perseroan melalui penambahan lini bisnis dan sinergi usaha dengan PT Delapan Media Komunikasi. Hasilnya, ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan kapasitas operasional ENVY secara keseluruhan.
Manajemen ENVY masih belum merincikan nilai transaksi akuisisi ini. Perseroan akan menentukan nilai transaksi berdasarkan kesepakatan para pihak dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Pelaksanaan rencana akuisisi ini masih dalam tahap proses dan akan diselesaikan setelah seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku terpenuhi,” jelas Direktur Utama Envy Technologies Indonesia, Dato’ Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi yang disampaikan di keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip SWA.co.id di Jakarta, Minggu (28/3/2026).
Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi ENVY untuk memperluas kegiatan usaha, memperbaiki kinerja keuangan, serta meingkatkan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.
Nantinya, Delapan Media Komunikasi menjadi anak usaha ENVY di bidang jasa pemasaran, branding (pencitraan), dan komunikasi strategis berbasis digital. Selanjutnya, ENVY akan menyampaikan keterbukaan informasi lanjutan jika terdapat perkembangan dari transaksi akuisisi ini.
Perseroan, pada notulen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ENVY pada 3 Maret 2026, menyampaikan masih terkendala finansial. Ini membuat perseroan memiliki keterbatasan dalam merealisasikan proyek yang telah direncanakan perseroan.
“Investasi atau pinjaman yang diperoleh dari investor yang telah ada saat ini digunakan untuk mendanai kebutuhan operasional perseroan serta digunakan juga untuk pelaksanaan proyek-proyek yang telah diperoleh, meskipun kontribusi pendapatannya masih belum signifikan,” terang Dato’ Sri Mohd Sopiyan. Hingga saat ini, ENVY masih tercatat di papan pemantauan khusus. Emiten teknologi tersebut terakhir kali masuk papan full call auction (FCA) sejak 8 Agustus 2024.
Sebab, harga saham ENVY di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction kurang dari Rp51, dengan likuiditas rendah. Kemudian, memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.