Cedera Engkel: Penyebab, Penanganan, dan Pencegahan

Meningkatnya tren olah raga di kalangan masyarakat merupakan hal yang sangat positif. Saat olah raga, masyarakat juga bisa mengalami cidera jika tidak berhati-hati dan melakukan pemanasan, mulai dari ACL, hamstring, hingga cedera engkel.

Cedera engkel atau ankle sprain merupakan salah satu cedera paling umum dalam dunia olahraga. Kondisi ini terjadi ketika ligamen—jaringan kuat yang menyokong sendi pergelangan kaki—tere­gang berlebihan atau robek akibat gerakan memutar secara tiba-tiba, pendaratan yang tidak tepat, atau terinjak pemain lain. Olahraga seperti basket, futsal, lari, dan voli memiliki risiko tinggi terhadap cedera ini.

dr.Chikih, Sp.KO, MKK di Orthosports Wellness Center di RS Premier Bintaro menjelaskan beberapa faktor yang sering memicu cedera engkel di antaranya permukaan lapangan yang tidak rata, penggunaan sepatu olahraga yang kurang mendukung, kelemahan otot-otot stabilisator di sekitar pergelangan kaki serta riwayat cedera engkel sebelumnya

“Tanpa rehabilitasi yang tepat, ankle sprain berisiko kambuh dan berkembang menjadi masalah kronis. Tanda dan gejala yang umumnya muncul nyeri saat menapak atau memutar pergelangan kaki, pembengkakan dan memar di sekitar mata kaki, keterbatasan gerak dan rasa tidak stabil dan kadang disertai bunyi ‘krek’ saat cedera terjadi,” katanya seperti dikutip Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, cedera engkel terbagi menjadi tiga derajat keparahan derajat 1 peregangan ringan tanpa robekan ligamen, dengan nyeri minimal. Derajat 2 robekan sebagian ligamen, disertai pembengkakan dan nyeri sedang. Derajat 3 robekan total ligamen, menyebabkan nyeri berat dan ketidakstabilan signifikan.

“Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan dapat dibantu dengan USG atau MRI,” ungkapnya.

Penanganan dan Rehabilitasi

Penanganan awal mengikuti prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di antaranya istirahat dan hindari aktivitas yang memberi beban pada engkel, kompres dingin selama 15–20 menit beberapa kali sehari, menggunakan pembalut elastis atau ankle support serta menjaga kaki tetap lebih tinggi saat beristirahat.

Di Orthosports Wellness Center di RS Premier Bintaro difasilitasi latihan penguatan otot pergelangan kaki dan betis, latihan keseimbangan (balance training) dan edukasi teknik mendarat dan postur tubuh yang benar. “Tujuan rehabilitasi adalah mencegah chronic ankle instability, kondisi yang sering muncul akibat cedera berulang dan pemulihan yang kurang optimal,” ucapnya.

Bagi yang terkena cedera engkel, segera periksakan diri ke dokter apabila nyeri dan pembengkakan tidak membaik dalam 3 hari, engkel terasa longgar atau goyah saat berjalan, sulit menapak atau menanggung beban pada kaki. “Penanganan yang cepat dan tepat dapat mempercepat pemulihan sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang,” tegasnya.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag