Generali Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman Akselerasi Solusi Proteksi Syariah

Masyarakat Indonesia masih menghadapi tekanan biaya hidup yang terus meningkat. BPS mencatat standar hidup layak nasional naik 3,71% pada 2024, dengan tren kenaikan sejak 2022. Kenaikan ini juga dipicu oleh mahalnya bahan pokok—dengan inflasi pangan mencapai 4,58% pada 2025—serta meningkatnya biaya energi dan transportasi.

Saat ini, inflasi tercatat 2,92 % pada Desember 2025, lalu naik menjadi 3,55 % pada Januari 2026, menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Berbagai lembaga internasional pun memproyeksikan inflasi Indonesia akan bertahan di kisaran 2–2,5 % hingga 2030, sehingga risiko kenaikan harga diperkirakan berlanjut secara bertahap dalam jangka panjang.

Di tengah tantangan ekonomi tersebut, sektor keuangan syariah menunjukkan perkembangan yang positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja industri jasa keuangan syariah tumbuh positif pada tahun 2025, dan dibarengi dengan aset asuransi syariah yang juga terus bertumbuh.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah pada 2025 sebesar 43,42% (dari sebelumnya 39,11%), dengan inklusi sebesar 13,41% sehingga masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk syariah.

Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian dari tahun ke tahun, baik akibat fluktuasi inflasi, tekanan harga barang pokok, maupun naiknya biaya energi, peran instrumen keuangan syariah sebagai penyokong kesejahteraan menjadi semakin relevan. Salah satu potensi terbesar datang dari sektor wakaf uang, yang mana Badan Wakaf Indonesia memperkirakan potensi wakaf uang nasional mencapai Rp181 triliun per tahun. Namun saat ini, realisasi penghimpunannya baru sekitar Rp3,5 triliun, atau kurang dari 2% dari total potensi tersebut.

Memahami kondisi masyarakat yang terjadi, melihat potensi yang ada dan menjawab kebutuhan proteksi masyarakat, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yaitu produk perlindungan jiwa berbasis syariah yang memberikan manfaat yang bertumbuh, bertambah dan berkah.

Rebecca Tan, Presiden Direktur & CEO Generali Indonesia, mengatakan GEN Syariah Perlindungan Aman bertumbuh dengan memberikan nilai santunan asuransi atau warisan yang bertumbuh hingga 250%, yang akan meningkat secara berkala setiap 5 tahun selama masa asuransi. Ini merupakan solusi perlindungan dari potensi kenaikan biaya hidup atas inflasi yang mungkin terjadi di setiap tahunnya.

“Selain itu, nilainya bertambah 110% manfaat tambahan santunan asuransi jika peserta meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Asuransi ini juga berkah karena memiliki fitur wakaf untuk memudahkan nasabah berbagi kebermanfaatan dunia dan akhirat,” katanya, Senin (30/3/2026).

GEN Syariah Perlindungan Aman dapat dilengkapi dengan asuransi tambahan kesehatan yang memberikan penggantian biaya perawatan Rumah Sakit seperti rawat inap, rawat jalan, dan sebagainya. Dengan berbagai fitur ini, masyarakat dapat memiliki ketenangan untuk memastikan keluarganya tetap terlindungi, memiliki warisan yang terus bertumbuh, sekaligus membuka kesempatan untuk berbuat kebaikan melalui wakaf.

“Di saat potensi semakin tingginya biaya hidup, masyarakat membutuhkan perlindungan yang fleksibel dan adaptif untuk menjawab tantangan ini, oleh karena itu Generali Indonesia menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang kuat secara finansial dan selaras dengan prinsip syariah,” kata Rebecca.

GEN Syariah Perlindungan Aman dipasarkan melalui ribuan tenaga pemasar di seluruh Indonesia, yang telah berlisensi syariah dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia dan profesional. Para tenaga pemasar ini didukung dengan aplikasi iPropose untuk kemudahan konsultasi online, menganalisis kebutuhan proteksi hingga melakukan pembayaran kontribusi pertama secara online, serta proses yang singkat, aman dan terverifikasi.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag