Melonjak 197%, BYOND by BSI Dibidik Tembus 10 Juta Pengguna di 2026
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan positif pada superapp BYOND sejak diluncurkan pada November 2024. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan jumlah pengguna BYOND dapat mencapai 10 juta.
Dalam waktu satu tahun sejak peluncurannya, jumlah pengguna BYOND tumbuh signifikan hingga 197% secara tahunan (YoY). Hingga Desember 2025, total pengguna layanan mobile banking BSI telah melampaui 9 juta user, yang terdiri dari sekitar 6 juta pengguna BYOND dan lebih dari 3 juta pengguna BSI Mobile.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh transformasi digital yang dilakukan BSI melalui pengembangan fitur dan produk inovatif yang adaptif. Salah satunya adalah layanan bullion bank berupa Tabungan Emas yang dapat diakses melalui BYOND dengan nominal terjangkau mulai dari Rp50 ribuan.
Inovasi ini turut mendorong peningkatan jumlah pengguna Tabungan Emas menjadi lebih dari 530 ribu nasabah, atau tumbuh 417% (YoY). Selain layanan emas, BSI juga terus mengembangkan fitur dalam aplikasi, termasuk penguatan ekosistem haji dan umrah.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa transformasi digital terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja bisnis perseroan. “Digitalisasi menjadi entry gate dalam memperkenalkan produk dan layanan BSI dengan cara yang mudah, aman, dan inklusif, salah satunya melalui BYOND,” ujarnya.
Melalui BYOND, nasabah dapat mengakses berbagai layanan secara praktis, mulai dari pembukaan rekening, investasi emas, pembiayaan, hingga fitur sosial dan spiritual seperti ZISWAF, lokasi masjid, dan arah kiblat. Selain itu, layanan pembukaan tabungan haji dengan setoran awal Rp100 ribu juga menjadi salah satu fitur yang diminati.
Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna tabungan haji melalui BYOND meningkat 108% menjadi sekitar 380 ribu nasabah. Seiring dengan itu, transaksi BYOND juga tumbuh pesat, mencapai lebih dari 730 juta transaksi atau naik 52%, dengan nilai transaksi menembus sekitar Rp820 triliun, meningkat 48% secara tahunan.
Ke depan, BSI akan terus memperkuat transformasi digital pada 2026 melalui peningkatan kapabilitas teknologi, kualitas layanan, serta perluasan ekosistem digital. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan jumlah pengguna, frekuensi transaksi, dan nilai transaksi secara berkelanjutan, sekaligus mempertegas peran BSI dalam menghadirkan solusi keuangan syariah yang adaptif. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.