Multipolar Technology (MLPT) Beberkan Rencana Stock Split dan Penuhi Free Float 15%, Bagaimana Langkahnya?

Multipolar Technology (MLPT) Beberkan Rencana Stock Split dan Penuhi Free Float 15%, Bagaimana Langkahnya?
Sekretaris Perusahaan PT Multipolar Technology Tbk, Natalie Lie menjawab pertanyaan awak media dalam acara paparan publik insidentil daring pada Rabu (1/4/2026). Tangkapan layar: Nadia K. Putri/SWA

Emiten teknologi, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), mengonfirmasikan perseroan berencana pemecahan saham (stock split). Namun, hingga saat ini, rencana pemecahan saham tersebut masih belum dapat dilaksanakan.

“Waktu ke depannya ini, kami masih belum ada rencana stock split. Namun apabila kami ada rencana, pastinya akan kami lakukan keterbukaan informasi,” ujar Sekretaris Perusahaan Multipolar Technology, Natalie Lie menjawab pertanyaan SWA.co.id di paparan publik insidentil daring pada Rabu (1/4/2026).

Natalie menjabarkan sebelumnyaa MLPT mendapatkan guidance atau arahan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menunda rencana stock split. Hal ini juga mempertimbangkan kondisi pergerakan harga saham perseroan yang juga masih belum stabil.

Selain itu, kondisi saham beredar di publik (free float) MLPT masih sempit, yaitu di angka 9,09%, jauh di bawah batasan minimal free float yang ditetapkan oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 15%.

Adapun, BEI mengumumkan pembaruan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, serta Surat Edaran (SE) BEI nomor SE-00004/BEI/03-2026 tentang Penjelasan atas Ketentuan Terkait Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Pembaruan kebijakan itu berlaku sejak Selasa (31/3/2026).

Aturan tersebut mencantumkan, bahwa BEI memberikan masa transisi untuk memenuhi free float 15%. Adapun, perusahaan tercatat dengan nilai kapitalisasi saham minimum Rp5 triliun dan sampai saat ini memiliki free float di bawah 12,5% wajib memenuhi free float 15% paling lambat 31 Maret 2028.

Untuk perusahaan tercatat yang saat ini memiliki tingkat free float 12,5% sampai dengan 15%, wajib memenuhi free float 15% paling lambat 31 Maret 2027.

Selanjutnya, bagi perusahaan tercatat dengan nilai kapitalisasi saham di bawah Rp5 triliun, dapat memenuhi free float 15% paling lambat 31 Maret 2029.

Manajemen MLPT mengakui, bahwa perseroan baru menerima pengumuman dari BEI terkait peraturan baru soal free float tersebut pada pagi ini.

“Dapat kami sampaikan pada saat ini, perseroan belum memiliki langkah-langkah konkret, belum memiliki rencana konkret terhadap pemenuhan free float ini. Yang kami pahami juga dari sosialisasi sebelumnya, sebenarnya ketentuan free float ini baru akan efektif pemenuhannya di tahun 2029,” tambah Natalie kepada SWA.co.id.

Terkait langkah pemenuhan free float minimum 15%, manajemen MLPT akan memperhatikan kondisi pasar, mengutamakan kepentingan pemegang saham, serta keberlanjutan kinerja dan struktur permodalan perseroan.

Realisasi pemenuhan free float tersebut akan diumumkan di laman keterbukaan informasi BEI. Hal ini dilakukan setelah perseroan mempertimbangkan dengan matang, hati-hati, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Menjelang penutupan bursa Rabu, saham MLPT masih bergerak koreksi 2% ke Rp14.725, melansir dari laman TradingView pada pukul 15.41 WIB. Volume transaksinya menembus 28.900 saham, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp29,86 triliun. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag