Investor PP Properti (PPRO) Bertambah 1.877 Orang, Berapa Free Float di Maret 2026?
Emiten properti dan real estat, PT PP Properti Tbk (PPRO) ,menyampaikan penambahan investor sebanyak 1.877 orang dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Melansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/4/2026), PPRO merinci jumlah pemegang saham nasabah pemilik Identitas Tunggal Investor atau Single Investor Identification (SID) sebanyak 38.138 orang pada 31 Maret 2026 atau bertambah 1.877 orang, dari 36.261 orang pada Februari tahun ini.
Dari sisi saham beredar di publik (free float), PPRO mencatat terjadi kenaikan tipis menjadi 20,35%, dari sebelumnya 20,34%. Adapun, kebijakan free float minimum 15% telah berlaku sejak Maret 2026.
Sementara jumlah saham free float, PPRO mencatat terdapat 12.550.406.334 saham pada akhir Maret 2026. Sebelumnya, jumlah saham free float perseroan sebanyak 12.545.256.734. Jumlah saham tercatat di Bursa per akhir bulan sebanyak 61.675.671.883, yang tetap dipertahankan dari bulan sebelumnya.
Dari sisi pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficiary Ownership (UBO), PPRO mencatat bahwa induk perseroan, yaitu PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menjadi UBO dan bertindak sebagai pemegang saham langsung PPRO. PTPP juga bertindak sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) perseroan.
Meskipun demikian, hingga saat ini PPRO masuk dalam papan pemantauan khusus atau full-call auction (FCA). Melansir dari laman papan pemantauan khusus BEI, PPRO terseret papan tersebut sejak 30 November 2022 dan mendapatkan notasi X.
Laman tersebut juga mencantumkan penyebab PPRO masuk ke papan FCA. Alasannya ada di kriteria nomor pertama. Kriteria tersebut mencantumkan bahwa harga rata-rata saham di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction kurang dari Rp51. Kemudian, kondisi likuiditas rendah dengan rata-rata harian nilai kurang dari Rp5 juta dan volume kurang dari 10.000 selama tiga bulan terakhir.
Pada jeda sesi pertama, saham PPRO terkoreksi 7,69% ke Rp24, dari Rp26, melansir dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 12.08 WIB. Namun, nilai kapitalisasi pasarnya menembus Rp1,48 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 34,62 juta saham.
Saham PPRO juga telah ditransaksikan oleh investor sebanyak 539 kali, menurut pantauan aplikasi IDX Mobile. Hasilnya, saham properti milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut meraih nilai transaksi sebesar Rp830,8 juta. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.