Investasi Properti di Asia Tenggara Naik 16%, Capai US$21,8 Miliar di 2025

Gedung perkantoran di SCBD Jakarta. (foto M. Ubaidillah/SWA)
Gedung perkantoran di SCBD Jakarta. (foto M. Ubaidillah/SWA)

Indonesia, bersama kawasan Asia Tenggara (SEA), terus menunjukkan kinerja yang tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan pasar investasi real estat di kawasan kembali menguat pada 2025. Total nilai transaksi investasi di Asia Tenggara meningkat 16% atau menjadi US$21,8 miliar secara tahunan. Ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, permintaan domestik yang kuat, serta pergeseran dalam alokasi modal.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memegang peran penting dalam menopang kinerja kawasan. Dengan populasi sekitar 286 juta jiwa dan PDB sebesar US$1,388 triliun, pertumbuhan Indonesia didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, tingkat pengangguran yang stabil, serta peningkatan pendapatan rumah tangga.

Ketergantungan Indonesia yang relatif lebih rendah terhadap ekspor ke Amerika Serikat dibandingkan negara lain di kawasan juga memperkuat posisinya di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Di tingkat Kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,8% pada 2025 dan diproyeksikan berada di kisaran 4,3% pada 2026, menjadikannya salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Inflasi yang mulai mereda serta tren penurunan suku bunga turut mendorong aktivitas real estate di kawasan, termasuk di Indonesia.

Aset industri dan logistik terus menarik minat investor di seluruh Asia Tenggara. Di negara-negara berkembang di kawasan ini, nilai transaksi investasi sektor industri mencapai sekitar US$1,3 miliar pada 2025, meningkat sekitar 48% secara tahunan.

Pertumbuhan didorong oleh ekspansi e-commerce, meningkatnya kebutuhan layanan logistik pihak ketiga, serta semakin kuatnya peran Asia Tenggara sebagai basis manufaktur global. Dalam konteks ini, Indonesia dan Filipina terutama ditopang oleh permintaan domestik yang kuat, dapat menjadi keunggulan di tengah dinamika perdagangan global yang berubah.

Indonesia juga mencatat arus masuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang kuat, khususnya di sektor manufaktur, yang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan utama dalam strategi diversifikasi rantai pasok di kawasan. Tren ini diperkirakan akan terus mendorong permintaan terhadap aset industri dan logistik dalam jangka menengah hingga panjang.

Data center menjadi salah satu tema investasi utama di Asia Tenggara. Meski pasar yang lebih matang masih memimpin, Indonesia tetap merupakan pasar yang relatif mempunyai harapan dan pasar belum terpenuhi dengan potensi pertumbuhan yang besar, didukung oleh percepatan digitalisasi dan urbanisasi.

Lini Djafar, Managing Director Cushman & Wakefield Indonesia, mengatakan pasar real estat Indonesia terus didukung oleh fundamental domestik yang kuat, khususnya konsumsi rumah tangga yang tangguh, tingkat pengangguran yang stabil, serta peningkatan pendapatan masyarakat. Di tengah ketidakpastian perdagangan global yang masih berlangsung, tingkat ketergantungan Indonesia terhadap permintaan eksternal relatif rendah.

“Pasar domestik besar, menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil dan menarik. Pada saat yang sama, kuatnya arus investasi asing langsung ke sektor manufaktur serta percepatan digitalisasi diperkirakan akan terus mendorong permintaan terhadap aset industri, logistik, dan data center dalam jangka menengah hingga panjang,” katanya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Wong Xian Yang, Head of Research Cushman & Wakefield untuk kawasan Singapura dan Asia Tenggara, mengatakan pemulihan industri properti di 2025 itu tidak hanya mencerminkan faktor siklus, tetapi juga menandai pergeseran struktural dalam alokasi modal. Investor kini semakin fokus pada sektor yang sejalan dengan ekspansi manufaktur dan digitalisasi, khususnya logistik dan data center.

“Sementara Singapura masih menjadi pusat likuiditas kawasan. Asia Tenggara mulai menangkap gelombang pertumbuhan berikutnya seiring diversifikasi rantai pasok dan semakin berkembangnya aset real estat berstandar institusional di kawasan ini,” ungkapnya.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag