Platinum Wahab Nusantara (TGUK) Pangkas Kerugian 74%, Andalkan Jurus Efisiensi dan Diversifikasi

PT Platinum Wahab Nusantara fokus dari ekspansi gerai ke optimalisasi produktivitas aset serta efisiensi biaya guna memperkuat bottom line. (Foto:Ist)

Transformasi bukan sekadar wacana, melainkan strategi nyata untuk bertahan dan bertumbuh. Hal inilah yang dilakukan PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) dalam menghadapi persaingan industri makanan dan minuman yang kian dinamis.

Mengusung brand Teguk, Perseroan berhasil membalikkan tekanan menjadi peluang. Sepanjang 2025, langkah efisiensi dan pergeseran model bisnis ke arah yang lebih scalable dan berkelanjutan mulai membuahkan hasil. Terbukti tercermin dari penyusutan kerugian hingga 74% secara tahunan, sebuah sinyal kuat bahwa fondasi baru perusahaan kian solid menuju fase pertumbuhan berikutnya.

Direktur TGUK, Maulana Hakim, menuturkan tahun 2025 sebagai fase krusial untuk penajaman ulang strategi bisnis dengan mengalihkan fokus dari ekspansi gerai ke optimalisasi produktivitas aset serta efisiensi biaya guna memperkuat bottom line.

Sejalan dengan itu, perseroan mendorong diversifikasi pendapatan melalui pengembangan lini daging beku dan produk olahan, sekaligus menandai pergeseran bertahap dari model ritel berbasis gerai menuju penguatan produk dan distribusi.

“Strategi ini membuka akses lebih luas ke segmen B2B seperti katering dan perhotelan, serta kanal perdagangan modern, dengan struktur biaya yang lebih efisien dan potensi margin yang lebih stabil dalam jangka panjang,” kata Maulana dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Rabu (8/4/2026).

Perbaikan kinerja ini menjadi titik balik penting bagi Perseroan dalam memperkuat fundamental sekaligus menyiapkan fase pertumbuhan yang lebih berorientasi pada profitabilitas.

Momentum tersebut tercermin dari kontribusi signifikan lini non-ritel, khususnya segmen daging beku (frozen meat) yang membukukan pendapatan Rp32,8 miliar sepanjang 2025, sementara segmen minuman tetap menjaga perannya dengan kontribusi Rp8,6 miliar.

Selain itu, perseroan menjalankan restrukturisasi operasional secara disiplin melalui optimalisasi jaringan usaha dan pengendalian biaya menyeluruh. Penutupan titik penjualan tidak produktif serta sentralisasi rantai pasok terbukti efektif menekan beban usaha dan mendorong perbaikan kinerja keuangan secara lebih solid.

Untuk menopang ekspansi, perseroan mengoptimalkan rantai pasok dan kapasitas persediaan. Dengan fundamental solid, Perseroan menargetkan kelanjutan momentum 2026 melalui fokus pada kualitas pendapatan, penguatan distribusi, dan optimalisasi portofolio produk.

Perseroan melihat transformasi ini sebagai pijakan baru untuk melompat lebih jauh, mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan pada akhirnya mengunci profitabilitas sebagai arah utama perseroan ke depannya.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag