Bisnis Fragrance Kian Wangi, Nilai Pasarnya Tembus Rp4 Triliun di 2025

Maria Adina, General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia. (Ist)
Maria Adina, General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia. (Ist)

Masyarakat Indonesia sangat erat dengan penggunaan fragrance di aktivitas kesehariannya. Maria Adina, General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia, menuturkan kebiasaan tersebut mendorong pasar fragrance di Indonesia tembus Rp4 triliun pada 2025, berdasarkan data internal L’Oréal Indonesia. Pertumbuhannya di periode 2020-2025 mencapai 67%.

Konsumen kini tidak lagi hanya mencari parfum yang fungsional tetapi juga menjadi ekspresi yang lebih personal. Semakin banyak konsumen memilih fragrance berdasarkan longevity (ketahanan), projection (tercium dari jarak yang jauh), dan sillage (wangi yang meninggalkan jejak). Konsumen juga cenderung memilih fragrance berbeda sesuai dengan momen tertentu seperti date night, hangout, pernikahan ataupun berlibur.

"Banyak luxury brands yang baru masuk ke Indonesia. Including our brands and you can see that we have in total 27 brands in the portfolio. Bahkan belum semuanya masuk ke Indonesia, jadi more and more kita akan nambahin into the market," ucapnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Strategi L’Oréal Luxe Division Indonesia

Sebelumnya, fragrance luxury hanya tersedia di pusat perbelanjaan premium sehingga akses konsumen terbatas pada toko fisik. Adina pun memanfaatkan penjualan ke platfrom e-commerce seperti TikTok dan Shopee, membuka peluang bagi konsumen di berbagai daerah untuk membeli produk luxury tanpa harus datang ke toko.

"We're very proud of YSL actually, YSL is the first, it was controversial, the first luxury couture brand that was available in TikTok. Jadi waktu itu masyarakat TikTok itu terbelah dua kubu, yang setengah setuju YSL ada di TikTok, setengahnya lagi nggak setuju," cerita Adina.

Strategi ini didukung oleh pendekatan konten yang edukatif melalui live streaming yang menjelaskan karakteristik produk secara detail. Fenomena baru yang muncul adalah berkembangnya komunitas fragrance influencers. Mereka tidak lagi hanya mendeskripsikan aroma secara umum, tetapi juga mengedukasi konsumen mengenai komposisi fragrance seperti top notes, middle notes, dan base notes, serta aspek teknis lain seperti longevity dan projection.

L’Oréal Luxe Division sangat mendorong inovasi berkelanjutan melalui konsep refillable packaging untuk mengurangi limbah dan mendukung aspek keberlanjutan. Sebab ini menjadi diferensiasi penting di tengah persaingan sekaligus menjawab tuntutan konsumen yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.

Dengan mengurangi penggunaan botol kaca dan mendorong penggunaan ulang kemasan, brand tidak hanya menawarkan value dari sisi produk, tetapi juga dari sisi keberlanjutan.

"So in total market level actually, online total luxury itu masih sekitar 10%, tapi kita udah more than double that. (Angka ini) masih lebih kecil dibandingkan penjualan offline, tapi it's growing fast," pungkas Adina. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag