Antrean IPO Masih Atraktif di Semester I/2026, Apa Kata BEI dan OCBC Sekuritas?
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjabarkan daftar antre (pipeline) pencatatan saham perdana (PO) di semester I/2026 sekitar 13 perusahaan. Perusahaan dari sektor keuangan, energi, hiburan, dan barang konsumen primer akan meramaikan bursa IPO pertengahan tahun ini.
“Saat ini, kembali lagi saya sampaikan, kita dalam kondisi yang dinamis namun appetite-nya masih kelihatan,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada awal media di Gedung BEI, Jakarta Jumat (10/4/2026).
Nyoman menjabarkan tiga belas perusahaan tersebut menggunakan pencatatan tahun buku pada 31 Desember 2025. “Sehingga nanti due pencatatannya kita harapkan di bulan Juni, paling lambat,” lanjut Nyoman.
Meskipun demikian, calon perusahaan-perusahaan IPO tersebut bersifat dinamis, tergantung kecepatan perusahaan untuk menyampaikan tanggapan. Setelah itu, calon emiten ini dapat melanjutkan proses pencatatan sahamnya di BEI
Pada hari ini, BEI mencatatkan IPO PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). PT OCBC Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas, dan PT Indo Capital Sekuritas merupakan perusahaan sekuritas yang menjadi penjamin emisi efek WBSA.
Direktur Utama OCBC Sekuritas, Betty Goenawan, mengatakan daftar pipeline IPO yang ditangani OCBC Sekuritas pada kuartal kedua di tahun ini sebanyak satu calon perusahaan
OCBC Sekuritas, lanjut Betty, menangani rencana 2 perusahaan untuk IPO pada kuartal III/2026 dan kuartal IV/2026.
“[Sektor] masih strictly confidential sekarang ini, tapi mid-cap [berkapitalisasi menengah], secara fundamental bagus,” ujar Betty kalau dijumpai SWA.co.id dan awak media Mainhall BEI pasca IPO WBSA pada Jumat pagi ini.
Sejumlah calon perusahaan IPO yang berada dalam pipeline OCBC Sekuritas masih diproses. Betty mengeklaim, proses IPO ini masih sesuai rencana hingga tahun 2026. Secara total, OCBC Sekuritas mencermati terdapat 8 calon perusahaan IPO, tetapi ada satu perusahaan mengundurkan diri dan 6 perusahaan ditolak.
“Ini 'kan yang menjadi yang pertama [WBSA], yang 6 di-reject, yang satu mengundurkan diri. Saat ini kalau kami lihat yang sedang kami follow up, yang kami sedang kerjakan, paruh pertama ini masih dalam jalur, kemudian dua lagi juga masih tetap on track,” tambah Betty.
Perjalanan menuju IPO ini juga masih melihat situasi dan kondisi pasar lantaran suasana batin pelaku pasar cenderung bersikap wait and see.
Pasar keuangan cenderung berfluktuasi, ketidakpastian, dan ketegangan geopolitik di Asia Barat. Faktor ini menjadi pertimbangan para pelaku pasar modal dan investor. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.