BSI dan Antam Perkuat Ekosistem Emas, Dorong Akselerasi Bisnis Bullion Nasional
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4).
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum akselerasi bisnis emas perseroan, terutama setelah BSI memperoleh izin sebagai bullion bank. Melalui sinergi ini, akses masyarakat terhadap emas produksi Antam diharapkan semakin mudah melalui berbagai layanan BSI.
“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan Antam menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi Antam. Ini menjadi bukti penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, BSI dan Antam berupaya memperkuat ekosistem bisnis emas yang lebih terintegrasi, aman, dan mudah diakses. Kerja sama tersebut juga dijalankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta memastikan seluruh implementasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Seiring dengan itu, basis nasabah bisnis emas BSI juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Maret 2026, jumlah nasabah layanan bullion mendekati 1 juta, tumbuh 658% secara tahunan. Sementara itu, nasabah produk cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu, meningkat 54,67% secara tahunan.
Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses investasi emas yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.
“Sebagai produsen emas logam mulia, Antam berkomitmen memastikan ketersediaan pasokan emas berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Antam mencatatkan produksi emas sekitar 743 kilogram, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton. Perseroan meyakini kerja sama dengan BSI akan memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan literasi investasi emas, baik melalui kanal offline maupun transaksi emas fisik berbasis digital.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan industri bullion nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.
“Ke depan, ANTAM memandang kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong monetisasi emas secara optimal, sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat,” tambah Handi. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.