Laba Bersih Astra Agro (AALI) Melesat 28,2%, Bagikan Dividen Rp881,5 Miliar

Laba Bersih Astra Agro (AALI) Melesat 28,2%,  Bagikan Dividen Rp881,5 Miliar
Direksi Astra Agro Lestari menyampaikan capaian kinerja 2025 dalam RUPS yang digelar pada April 2026. (Ist)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memutuskan untuk membagikan dividen total sebesar Rp881,5 miliar kepada para pemegang saham. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Menara Astra, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026).

Nilai dividen tersebut setara dengan Rp458 per lembar saham. Sebelumnya, anak usah aPT Astra International Tbk (ASII) ini telah membayarkan dividen interim sebesar Rp123 per lembar saham atau total Rp236,7 miliar pada 24 Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen tunai sebesar Rp335 per lembar saham atau senilai Rp644,8 miliar akan dibayarkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan.

Keputusan pembagian dividen ini didorong oleh pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Emiten perkebunan grup Astra ini berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,5 triliun, meningkat 28,2% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih perseroan sebesar 31% menjadi Rp28,7 triliun, dari sebelumnya Rp21,8 triliun. Presiden Direktur Astra Agro, Djap Tet Fa, menyatakan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari optimalisasi praktik agronomi serta pengendalian biaya yang efektif di seluruh lini bisnis.

"Pencapaian perseroan dapat terwujud berkat dukungan berkelanjutan dari para pemangku kepentingan. Kami berterima kasih atas dedikasi dan kepercayaan seluruh pihak yang ikut menopang performa Astra Agro," ujar Djap Tet Fa dalam keterangan resminya yang dikutip SWA.co.id di Jakarta pada hari ini.

Dari sisi operasional, perseroan mencatatkan kenaikan produksi crude palm oil (CPO) sebesar 6% atau menjadi 1,2 juta ton secara tahunan. Produksi kernel juga tumbuh 8% atau menjadi 252 ribu ton. Sementara itu, volume penjualan CPO dan turunannya meningkat 13%, menjadi 1,8 juta ton.

Selain faktor volume, penguatan kinerja AALI juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global. Ketatnya pasokan CPO mendorong harga jual rata-rata (ASP) perseroan di 2025 itu naik 11%, menjadi Rp14.316 per kilogram dari Rp12.883 per kilogram.

Selain menyetujui laporan keuangan dan pembagian dividen, RUPST AALI itu menyepakati perubahan susunan direksi. Muhammad Guruh resmi ditunjuk sebagai Direktur AALI untuk menggantikan Eko Prasetyo yang memasuki masa purna tugas atau pensiun.

Berikut adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi Astra Agro Lestari untuk tahun 2026:

Dewan Komisaris:

  • Presiden Komisaris: Santosa
  • Komisaris: Johannes Loman
  • Komisaris: Aridono Sukmanto
  • Komisaris Independen: Ratna Wardhani

    Direksi:

    • Presiden Direktur: Djap Tet Fa
    • Direktur: Tingning Sukowignjo
    • Direktur: Widayanto
    • Direktur: Bandung Sahari
    • Direktur: Arief Catur Irawan
    • Direktur: Veronica Lusi Herdiyanti
    • Direktur: Muhammad Guruh

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag