Combiphar di Usia 55: Meramu Pertumbuhan dari OTC hingga Ekspansi Global
PT Combiphar memasuki usia ke-55 tahun di pasar Indonesia. Perjalanan panjang ini telah melahirkan portofolio bisnis yang luas di sektor kesehatan. Mulai dari segmen farmasi, wellness, consumer healthcare, hingga ekspansi ke kategori sereal, madu, herbal, dan operasi internasional.
Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar, menuturkan bahwa dari berbagai lini tersebut, perusahaan memiliki komposisi bisnis yang relatif seimbang. Adapun tiga segmen terbesar penyumbang penjualan pada 2025 adalah consumer healthcare, wellness, dan farmasi.
“Consumer healthcare ini produk-produk yang sifatnya OTC, seperti OBH Combi, Insto, dan lainnya. Kategori wellness lebih ke women's health, vitamin, dan mineral supplement. Lalu yang ketiga adalah pharma, yaitu obat yang diresepkan dokter,” ujarnya kepada SWA.co.id, Selasa (13/4/2026).
Selain itu, Combiphar juga memperluas portofolio bisnisnya ke segmen makanan sereal melalui brand Simba, segmen herbal melalui brand Air Mancur, serta segmen madu melalui brand Madurasa.
Fokus tiga benua
Tak hanya mengandalkan pasar domestik, Combiphar juga aktif mengembangkan pasar ekspor. Menanggapi target ekspor tahun ini, Weitarsa menyebutkan bahwa perusahaan terus menjaga optimisme, meski ekspansi internasional memerlukan proses yang tidak sederhana.
“Secara historis, setiap tahun kami selalu melakukan ekspor. Namun, untuk masuk ke suatu negara membutuhkan effort besar karena ada proses dan tahapan yang harus dilalui, seperti registrasi administratif hingga persyaratan dari otoritas seperti FDA dan lain-lain,” jelasnya.
Saat ini, Combiphar telah hadir di lebih dari 20 negara. Di kawasan Asia Tenggara seperti Filipina, Singapura, dan Malaysia, perusahaan bahkan berhasil menjadi market leader pada kategori obat tetes mata melalui brand Aimo.
Ekspansi juga menjangkau negara Asia lainnya seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Taiwan, dan Myanmar. Di kawasan Afrika, Combiphar telah hadir di Togo dan Nigeria. Sementara di kawasan Australia mencakup Australia dan Selandia Baru, serta di kawasan Amerika Latin telah masuk ke Meksiko.
Ekspansi tersebut dilakukan secara hati-hati dan terukur. Combiphar tidak hanya mengejar peningkatan ekspor, tetapi juga memastikan kehadiran di setiap negara didukung oleh infrastruktur dan kapabilitas yang memadai agar dapat memberikan dampak jangka panjang.
Weitarsa menegaskan, saat ini fokus ekspansi Combiphar masih diarahkan pada tiga kawasan utama, yakni Asia, Afrika, dan Amerika Latin. “Sementara pasar Eropa belum menjadi prioritas dalam waktu dekat,” pungkasnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.