Pendapatan WMPP Tembus Rp 1 Triliun, Buka Peluang Kolaborasi dengan Tyson Foods

Salah satu peternakan ayam petelur milik emiten pangan dan komoditas pertanian nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) (Foto: widodomakmurperkasa.co.id)
Salah satu peternakan ayam petelur milik emiten pangan dan komoditas pertanian nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) (Foto: widodomakmurperkasa.co.id)

Emiten peternakan dan komoditas pertanian nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), menunjukkan performa pemulihan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Perseroan melaporkan perolehan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,01 triliun, melonjak tajam 76,6% dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp 572,92 miliar.

Lini bisnis peternakan unggas (poultry) menjadi kontributor utama pendapatan dengan sumbangsih mencapai 73,22%. Diikuti oleh sektor pengolahan daging (meat & processing) sebesar 21,86%, peternakan sapi (cattle livestock) 3%, dan komoditas pertanian sebesar 1,92%.

Meski masih mencatatkan rapor merah, WMPP berhasil menekan rugi bersih secara signifikan. Sepanjang 2025, rugi bersih perseroan tercatat sebesar Rp 234,94 miliar, atau menyusut 60,6% dibandingkan kerugian tahun sebelumnya yang mencapai Rp 596,50 miliar.

CEO Widodo Makmur Perkasa, Tumiyono, menyatakan penurunan rugi hingga lebih dari 50% ini merupakan indikator perbaikan kinerja di tengah berbagai tantangan industri.

"Kinerja perseroan tahun 2026 dan kedepannya diproyeksikan akan semakin membaik seiring dengan berbagai katalis positif dari industri pangan global dan tanah air serta didukung dengan strategi efisiensi," ujar Tumiyono dalam siaran pers, Kamis (16/4/2026).

Dilirik Tyson Foods

Guna memperkuat struktur permodalan dan menambah modal kerja, WMPP sedang menjalankan rencana strategis, termasuk melakukan divestasi aset non-produktif serta membuka pintu bagi investor strategis. Tumiyono mengungkapkan bahwa salah satu raksasa pangan asal Amerika Serikat, Tyson Foods, telah melakukan pendekatan kepada perseroan.

Selain itu, WMPP berencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Dana yang terkumpul dari rights issue ini akan dialokasikan untuk modal kerja guna meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing perusahaan di industri pangan.

WMPP optimis menatap tahun 2026, yang didorong oleh potensi besar dari program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim riset internal perseroan memproyeksikan konsumsi daging sapi dan kerbau nasional akan naik 11,6% pada 2026, mencapai 964.166 ton, dengan asumsi program MBG membutuhkan sekitar 191.210 ton daging.

Secara global, riset OECD-FAO dalam Agricultural Outlook 2025-2034 juga memprediksi pertumbuhan konsumsi daging sapi dan unggas masing-masing sebesar 21% dan 13% pada satu dekade mendatang, di mana Indonesia diprediksi menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan konsumsi tertinggi. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag