MyRepublic Luncurkan MyRepublic Air, Perluas Akses Internet ke Luar Kota Besar
MyRepublic Indonesia, penyedia layanan internet berbasis fiber, resmi meluncurkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) terbaru bertajuk MyRepublic Air pada Rabu (15/4/2026). Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet berkualitas, khususnya ke wilayah di luar kota besar.
Produk ini telah dinyatakan lulus Uji Layak Operasi (ULO) di sembilan zona oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang memastikan kesiapan jaringan serta kualitas layanan untuk digunakan secara komersial.
Dari total 180 kota yang menjadi target tahap awal, sebanyak 90 kota telah dipersiapkan infrastrukturnya dan akan segera memasuki fase komersialisasi secara bertahap.
Saat ini, MyRepublic Air sudah dapat dipesan di empat kota, yakni Bali, Bandar Lampung, Pekanbaru, dan Makassar. Ke depan, ekspansi akan terus dilakukan secara bertahap ke wilayah Region 2 (Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara) serta Region 3 (Kalimantan dan Sulawesi).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen MyRepublic Indonesia untuk menghadirkan konektivitas yang lebih merata, dengan menyediakan layanan internet cepat dan stabil bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses. Chief Sales & Marketing MyRepublic Indonesia, Iman Syahrizal, menegaskan bahwa peluncuran MyRepublic Air menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap pemerataan digital di Indonesia.
“Kami percaya akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi fondasi untuk membuka peluang. Melalui MyRepublic Air, kami ingin memastikan lebih banyak masyarakat Indonesia dapat terhubung, berkembang, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital tanpa batasan lokasi,” ujarnya.
Dengan dukungan teknologi nirkabel terkini, MyRepublic Air memungkinkan penyediaan internet berkualitas tanpa ketergantungan pada infrastruktur kabel. Pendekatan ini membuat layanan lebih fleksibel dalam menjangkau berbagai kondisi geografis di Indonesia.
Dari sisi teknologi, keberhasilan melewati tahap ULO juga mencerminkan standar kualitas jaringan yang tinggi. Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa aspek keandalan menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan ini.
“Bagi kami, kualitas jaringan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga konsistensi dan keandalan. Keberhasilan lulus ULO menjadi bukti bahwa MyRepublic Air dibangun dengan standar tinggi, sehingga siap memberikan pengalaman internet yang stabil bagi pelanggan di berbagai wilayah,” jelasnya.
Kehadiran MyRepublic Air sebagai solusi akses internet yang lebih inklusif juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional. Perluasan akses ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital, termasuk pemberdayaan UMKM serta peningkatan akses pendidikan berbasis digital.
Untuk memperkuat pengalaman pelanggan yang lebih seamless, MyRepublic Indonesia juga menggandeng PT Rintis Sejahtera sebagai pengelola Jaringan PRIMA.
Kolaborasi ini memungkinkan pelanggan menikmati proses pembayaran yang lebih praktis, aman, dan fleksibel melalui berbagai kanal, mulai dari virtual account bank seperti BCA dan Mandiri, hingga platform digital seperti Tokopedia, Blibli, dan Bank Syariah Indonesia.
Vice President Director PT Rintis Sejahtera, Suryono Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah MyRepublic Indonesia dalam menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Jaringan PRIMA dalam mendukung ekosistem pembayaran digital yang semakin terintegrasi, sekaligus menghadirkan kemudahan transaksi yang aman dan efisien bagi pelanggan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.