INA Gandeng China dan Azerbaijan Bentuk Platform Investasi, Target US$1 Miliar

(Kiri ke kanan) Chief Investment Officer INA Christopher Suprayogie Ganis; Senior Advisor INA Ridha Wirakusumah; Dewan Pengawas INA Haryanto Sahari; Koordinator Bidang Ekonomi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing Anindityo Adi Primasto; Executive Vice President dan Deputy Chief Investment Officer CIC Zhang Shaoqin; Pelaksana Tugas Ketua Dewan Direktur INA Eddy Porwanto; Chairman dan CEO CIC Zhang Qingsong; CEO SOFAZ Israfil Mammadov; Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Azerbaijan untuk Republik Rakyat Tiongkok His Excellency Bunyad Huseynov; Chief Investment Officer SOFAZ Farhad Zeynalov; Chairman CGS Wang Sheng; Chairman CGS International Wu Peng. (Ist)
Perwakilan Indonesia Investment Authority, China Investment Corporation, dan State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan saat peluncuran platform investasi CAIP di Beijing. (Ist)

Tiga lembaga dana kelolaan negara (sovereign wealth fund/SWF), yakni Indonesia Investment Authority (INA), China Investment Corporation (CIC), dan State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ), membentuk platform investasi bernama Galaxy Orientis China-ASEAN Investment Platform (CAIP). Dana tahap awal platform tersebut ditutup sebesar US$520 juta, dengan target penghimpunan mencapai US$1 miliar.

Platform investasi ini dirancang untuk mendorong aliran modal jangka panjang serta memperkuat kolaborasi antara China dan negara-negara di kawasan ASEAN. Berbasis ekuitas privat, CAIP akan berfokus pada peluang investasi di sektor industri, kesehatan, konsumen, jasa bisnis, dan teknologi.

“Melalui platform ini, INA bertujuan memfasilitasi aliran modal jangka panjang, beserta keahlian dan jaringan global, dengan menggandeng para investor institusional global,” ujar Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Poerwanto, dalam keterangan resmi yang diterima SWA.co.id pada Jumat (17/4/2026).

Sementara itu, unit internasional dari China Galaxy Securities, yakni CGS International Securities Pte. Ltd. (CGS International), bertindak sebagai general partner. Perusahaan tersebut akan menyediakan keahlian regional, infrastruktur operasional, serta jaringan langsung di lapangan di seluruh Asia Tenggara.

SOFAZ memanfaatkan platform ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio investasinya. Adapun CIC akan menggunakan CAIP untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengejar imbal hasil finansial.

“CIC bersama para mitra kami, INA dan SOFAZ, meluncurkan Galaxy Orientis China–ASEAN Investment Program berdasarkan keyakinan kuat kami terhadap prospek pertumbuhan ekonomi ASEAN serta pemahaman mendalam atas besarnya potensi kerja sama China–ASEAN,” ujar Chairman dan CEO CIC, Zhang Qingsong.

Sebelumnya, platform investasi CAIP resmi diluncurkan di Beijing, China, pada 13 April 2026. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag