Indonesia Eximbank (LPEI) Pacu Daya Saing Eksportir di Jawa Timur
PT Mega Global Food Industry (Grup Kokola), produsen biskuit dan wafer di Gresik, Jawa Timur, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) guna memperkuat pertumbuhan ekspor dan meningkatkan ketahanan rantai pasok dalam menghadapi persaingan global.
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong penetrasi produk barang-barang konsumsi (fast moving consumer goods/FMCG) Indonesia ke pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain yang kompetitif di industri global.
Saat ini, Kokola telah mengekspor produknya ke lebih dari 55 negara, dengan jangkauan pasar utama antara lain Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina, serta bekerjasamadengan lebih dari 100 mitra supermarket di berbagai penjuru dunia.
Pencapaian ini sekaligus menunjukkan kemampuan produk Indonesia dalam memenuhi standar kualitas tinggi namun tetap mempertahankan sisi kompetitif dari sisi harga kepada konsumen.
Dalam operasionalnya, Kokola mengedepankan quality, cost, delivery, dan service sebagai fondasi pertumbuhan. Kualitas menjadi prasyarat utama untuk memasuki pasar global, sementara efektifitas dan efisiensi biaya menjadi kunci untuk memenangkan persaingan dan menjaga keberlanjutan bisnis .
Direktur Kokola Group, Richard Cahyadi, mengapresiasi sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan DJPPR Kementerian Keuangan, khususnya melalui LPEI, dalam mendukung kegiatan usaha perusahaan, terutama pada sektor ekspor.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan Pemerintah dari berbagai sisi, mulai dari LPEI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Bea Cukai. Berkat dukungan tersebut, saat ini kami telah berhasil menembus pasar ekspor ke 55 negara,” ujar Richard saat dijumpai SWA.co.id dan awak media di pabrik Grup Kokola di Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026).
Grup Kokola, lanjut Richard, mengapresiais DJPPR Kementerian Keuangan atas program yang telah memberikan dukungan optimal dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan kami. "Dukungan tersebut memberikan posisi yang strategis untuk Grup Kokola untuk mewakili Indonesia dalam berperan mengisi rantai pasok industri makanan global.” ungkap Richard.
Ia mmenyampaikan kebutuhan akan biaya atau pembiayaan yang kompetitif menjadi faktor krusial dalam kegiatan ekspor. Dalam hal ini, program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari LPEI berperan penting dalam memberikan pembiayaan, baik di awal maupun di akhir proses ekspor.
“Selain itu, adanya fasilitas penjaminan juga memberikan rasa aman bagi kami. Dengan dukungan tersebut, tim ekspor menjadi lebih percaya diri dan tidak ragu untuk memperluas pasar serta menembus pasar ekspor global,” tambahnya.
Melalui kolaborasi dengan LPEI, Kokola memperoleh dukungan strategis dalam beberapa aspek utama, antara lain: Penguatan struktur finansial, Peningkatan daya saing biaya (cost leadership), Stabilitas rantai pasok dan Akselerasi pertumbuhan ekspor
Direktur Pelaksana Bisnis II Indonesia Eximbank, Sulaeman menjelaskan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) merupakan Program Pemerintah yang dimandatkan kepada LPEI yang memiliki tujuan untuk mendorong industri strategis nasional dan UKM berdaya saing di pasar global serta menciptakan developmental impact.
“Dalam hal ini, PT Mega Global Food Industry merupakan salah satu pelaku usaha yangmenerima manfaat PKE Trade Finance. LPEI mendukung proses transaksi ekspor melalui fasilitas pembiayaan pre dan post shipment, sehingga eksportir dapat menjaga arus kas perusahaan serta memperoleh modal kerja untuk produksi barang,” ujar Sulaeman.
Lebih lanjut, hingga tahun 2025, para eksportir telah memanfaatkan fasilitas PKE Trade Finance dengan total limit mencapai Rp3,35 triliun. Adapun realisasi penyaluran sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp7,68 triliun. Sektor makanan olahan menjadi portofolio terbesar dalam PKE Trade Finance, dengan porsi mencapai 39% atau sebanyak 31 debitur.
Selain memberikan dukungan finansial bagi pelaku usaha, PKE Trade Finance jugaberperan dalam mendorong terciptanya dampak pembangunan. Sepanjang tahun 2025, penyaluran PKE Trade Finance telah berkontribusi terhadap penciptaan dan penghematan devisa sebesar Rp21,12 triliun.
PKE Trade Finance saat ini dapat disalurkan kepada 18 sektor industri dan komoditas, antara lain produk karet, kopi, furnitur, alas kaki, makanan olahan, tekstil dan produk tekstil, perhiasan dan permata, teh dan rempah, produk kayu, kerajinan, produk elektronik, produk kimia, komponen otomotif, produk kulit, mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, produk pertanian, serta produk kertas.
Sinergi ini menggabungkan kekuatan kapabilitas internal Kokola—meliputi fondasi manufaktur yang kuat, disiplin operasional, serta pengalaman ekspor—dengan dukungan pembiayaan dan fasilitasi ekspor dari LPEI untuk mendorong ekspansi yang lebih agresif dan berkelanjutan .
Keberhasilan Kokola dalam menembus pasar Jepang, salah satu pasar dengan standarregulasi pangan paling ketat di dunia, menjadi bukti nyata bahwa produk FMCG Indonesia mampu bersaing di level global dengan standar yang tinggi. Produk Kokola telah diterima dan dikonsumsi oleh konsumen lokal di Jepang, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kualitas dan konsistensi produk. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.