TRAC: Mewujudkan Operasi Transportasi yang Aman dan Berkelanjutan
Inspektur TRAC melakukan pengecekan armada guna memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan. (Foto: TRAC)
Industri transportasi memiliki tingkat risiko operasional yang tinggi, mulai dari keselamatan pengemudi, kondisi kendaraan, hingga keamanan penumpang. Karena itu, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi fondasi penting bagi perusahaan transportasi. Bagi PT Serasi Autoraya (Toyota Rent a Car/TRAC), SMK3 tidak hanya diposisikan sebagai kewajiban regulasi, tetapi sebagai strategi bisnis untuk memastikan keberlanjutan operasional.
Dengan jumlah tenaga kerja (driver dan man power) sekitar 4.700 orang serta cakupan layanan yang meliputi segmen B2B, B2C, dan layanan bus, TRAC menempatkan keselamatan sebagai bagian dari budaya perusahaan. Hal ini tecermin dalam visi perusahaan untuk menjunjung tinggi etika dan budaya keselamatan kerja serta misi memberikan kepuasan pelanggan melalui solusi transportasi yang aman.
Sebagai perusahaan dengan aktivitas operasional tinggi, TRAC menghadapi sejumlah tantangan dalam implementasi SMK3. Salah satu tantangan utamanya, kompleksitas operasional transportasi yang melibatkan ribuan pengemudi, armada kendaraan, serta berbagai aktivitas layanan di berbagai lokasi. Kondisi ini menuntut pengendalian keselamatan yang konsisten di seluruh lini operasional.
Selain itu, peningkatan produktivitas armada dan ekspansi bisnis turut memunculkan tantangan baru, khususnya pada aspek lingkungan. Peningkatan aktivitas operasional secara langsung berpengaruh terhadap potensi peningkatan konsumsi energi dan timbulnya limbah (pencemaran), sehingga memerlukan pengelolaan lingkungan yang lebih ketat.
Di sisi operasional lapangan, tantangan lain muncul dari dinamika pelayanan pelanggan. Misalnya, ketika pengemudi menghadapi kondisi kelelahan (fatigue) atau menemukan masalah teknis kendaraan di tengah perjalanan, keputusan untuk menghentikan perjalanan demi keselamatan berpotensi menimbulkan keluhan pelanggan. Dalam situasi seperti ini, perusahaan harus mampu menjaga keseimbangan antara prioritas keselamatan dan target komersial.
Setiap insiden yang terjadi juga dijadikan sebagai pembelajaran organisasi melalui penerbitan safety alert dan pembaruan prosedur kerja.
Implementasi sistem manajemen K3L yang terstruktur di TRAC telah menghasilkan berbagai capaian positif bagi perusahaan. Dalam hal kinerja keselamatan, perusahaan berhasil menurunkan frekuensi kecelakaan kerja sebesar 26 persen dan severity rate sebesar 75 persen.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto,
infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat
di situs web ini, melakukan crawling atau
pengindeksan otomatis untuk platform AI
(artificial intelligence) dan platform digital
lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang
berwenang di situs web ini.