Allu Buka Store Ketiga di Surabaya, Jual Tas Hermes hingga Jam Rolex Second
Tas Hermès tanpa kotak, jam tangan Rolex dengan goresan di case, atau cincin Cartier tanpa struk pembelian. Di banyak tempat, kondisi seperti itu bisa membuat tawaran harga anjlok atau bahkan ditolak. Tapi bukan di Allu.
Perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang jual putus barang mewah bekas itu resmi membuka store barunya di Tunjungan Plaza 6, Surabaya, Sabtu (18/4/2026). Toko yang berlokasi di Pakuwon Tower lantai 19 itu menjadikannya salah satu titik layanan premium jual putus barang mewah di kota ini.
Bagi Allu, Surabaya bukan wilayah baru. Mereka sudah beroperasi di kota ini sejak 2021, dan respons pasar rupanya cukup meyakinkan untuk mendorong ekspansi ke lokasi yang lebih representatif.
"Store baru ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman menjual barang mewah yang lebih premium. Kami melihat ketertarikan yang besar dari warga Surabaya terhadap layanan jual putus barang mewah ini," kata Daisuke Oya, Product Specialist Allu dari Jepang pada keterangannya yang dikutip Senin (20/4/2026).
Diferensiasi Layanan
Inilah yang menjadi pembeda paling menonjol. "Kami menerima barang dalam kondisi apa pun. Pada dasarnya kami menerima jam tangan, tas, perhiasan, bahkan tanpa kotak maupun tanpa struk pembelian," ujarnya.
Ada beberapa kompetitor yang hanya mau membeli jika ada bukti pembelian, sementara kami tidak mensyaratkan hal tersebut." Allu menerima tas, jam tangan, dan perhiasan mewah otentik dari berbagai merek Eropa, terlepas dari usia model, kelengkapan aksesori, maupun kondisi fisiknya termasuk goresan dan kerusakan ringan. Soal penetapan harga, Allumenggunakan sistem lelang internal di mana para mitra pembeli bersaing satu sama lain.
Mekanisme tersebut, menurut Daisuke, yang membuat Allu bisa memberikan penawaran kompetitif. "Karena banyak mitra yang tertarik mengikuti lelang kami, kami pada dasarnya memberikan harga sesuai pasar. Bahkan jika ekspektasi pelanggan lebih tinggi dan penawaran tertinggi dari mitra kami bisa menyesuaikan, kami dapat memberikannya," ujarnya.
Privasi Terjaga
Hal lain yang kerap luput dari perhatian tapi justru penting bagi sebagian pelanggan adalah soal privasi. Tidak semua orang nyaman diketahui sedang menjual barang mewah miliknya.
"Store kami premium. Pengecekan dilakukan langsung oleh ekspert, prosesnya cepat, dan pelayanannya one-on-one. Jadi pelanggan punya privasi. Ketika mereka menjual, tidak akan bertemu dengan pelanggan lain," kata Daisuke.
Setiap transaksi dilakukan di ruang khusus, dan tim yang mengecek barang adalah tenaga ahli terlatih, termasuk dari Jepang. Proses autentifikasi dilakukan secara langsung maupun melalui foto, meski Daisuke mengakui tantangan tersendiri ada di sana, terutama untuk jam tangan.
"Terkadang ada goresan pada case atau buckle yang tidak selalu terlihat jelas dari pengecekan foto. Itu salah satu tantangan terbesar kami," ungkapnya.
Untuk pelanggan di Surabaya dan Jakarta yang tidak memiliki waktu datang langsung, Allu menyediakan layanan Home Service. Tim, termasuk ekspert dari Jepang, akan datang ke lokasi pelanggan untuk melakukan pemeriksaan dan transaksi di tempat, dengan nilai minimal Rp30 juta. "Ada sebagian pelanggan yang merasa kurang nyaman datang langsung ke toko. Layanan ini menjadi solusi. Kami datang langsung ke rumah, termasuk untuk produk premium," kata Daisuke.
Ke depannya, Allu berencana terus memperluas jangkauan ke lebih banyak kota di Indonesia. Bagi mereka, tas bekas yang tersimpan di lemari bukan sekadar barang tak terpakai. Itu adalah aset yang menunggu untuk dicairkan.
Allu adalah platform preloved luxury brand buyer asal Jepang yang merupakan bagian dari Valuence Holdings Inc., perusahaan global terkemuka di industri barang mewah bekas. Allu didirikan pada 2011 di Osaka. Dari satu kota di Jepang, perusahaan ini kini memiliki lebih dari 170 store yang tersebar di 17 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat.
Beberapa kawasan di Asia Tenggara, operasionalnya dikelola oleh PT Mastro Luxe Indonesia sebagai mitra resmi, mencakup Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Korea. Di Indonesia sendiri, Allu mulai beroperasi pada 2021 dan kini telah membuka 17 store di tujuh kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Makassar, Medan, dan Surabaya.
Kehadiran Allu di Indonesia bukan sekadar menghadirkan layanan jual putus barang mewah biasa. Yang membedakan Allu dari kompetitor adalah program keanggotaan eksklusif bernama Allu Rewards. Melalui program ini, setiap transaksi penjualan barang mewah akan menghasilkan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai rewards menarik, termasuk voucher cash bonus yang dapat langsung meningkatkan nilai transaksi Anda.
Modelnya berbeda dari platform titip jual. Allu membeli barang secara langsung dari pemilik, dengan proses yang bisa selesai dalam hitungan jam. Begitu harga disepakati, pembayaran langsung dicairkan. Tidak ada masa tunggu berhari-hari.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.