MSCI Resmi Tendang Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) dari Indeks, Ini Nasib Harga Sahamnya
Lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti inisiatif lembaga regulator mandiri (SRO) Indonesia untuk mengungkap data pemegang saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Sebelumnya, terdapat 9 emiten yang menyampaikan keterbukaan data HSC tersebut.
“MSCI akan menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka kerja Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC) yang baru,” tegas manajemen MSCI dari laman resmi yang terbit pada 20 April 2026 pukul 20.04 waktu setempat.
Pada kesempatan terpisah, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai langkah MSCI tersebut secara umum sejalan dengan pandangan mereka soal peluang kecil saham-saham Indonesia masuk ke kelompok Frontier Market.
“Dampak sisa dari penghapusan terkait HSC dan penyesuaian FIF [Foreign Inclusion Factors/Faktor Inklusi Asing] masih dapat membebani emiten yang terkena dampak dan sedikit mengurangi bobot indeks Indonesia,” jelas analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin dalam risetnya pada Selasa (21/4/2026).
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pada 2 April 2026 di laman keterbukaan informasi, 9 emiten mengandung HSC antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Keduanya masuk dalam papan utama.
Selanjutnya, PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK). Seluruhnya masuk dalam papan pengembangan.
Terakhir, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV). Keduanya masuk dalam papan akselerasi.
Mengutip data perdagangan dari aplikasi IDX Mobile, harga saham 9 emiten tersebut bergerak dinamis. Pada pukul 09.38 WIB, saham-saham papan utama seperti BREN turun 6%-7% ke Rp6.150, DSSA anjlok 11,31% ke Rp2.900.
Di papan pengembangan, saham IFSH juga turun 5,76% ke Rp2.620, AGII turun 1,55% ke Rp3.180, RLCO turun 2%-3% ke Rp6.000, ROCK turun 2,67% ke Rp2.550. Namun, SOTS menguat 1,32% ke Rp1.150.
Di papan akselerasi, saham LUCY anjlok 8,17% ke Rp1.405 dan MGLV jatuh 6,09% ke Rp6.550. Namun, seluruh saham yang masuk daftar pantauan MSCI ini masih bergerak dinamis hingga jeda perdagangan sesi pertama pukul 12.00 WIB.
Selain menggunakan acuan data pemegang saham terkonsentrasi tinggi (HSC), MSCI juga akan menggunakan data pengungkapan pemegang saham lebih dari 1%. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan perkiraan free float emiten.
Selanjutnya, MSCI akan memberikan informasi atas tinjauan saham-saham Indonesia dalam indeks MSCI Global pada Juni 2026. Selain itu, MSCI bersama BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus berkoordinasi atas efektivitas penentuan free float dan penilaian kelayakan investasi. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.