Free Float LIFE dan ABDA di Bawah 15%, Struktur Kepemilikan Terkonsentrasi
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) melaporkan posisi saham beredar di publik (free float) masing-masing sebesar 7,5% dan 9,58% dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Maret 2026.
Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 April 2026, persentase free float LIFE tidak berubah dibandingkan posisi 27 Februari 2026 yang juga sebesar 7,5%. Pada periode tersebut, jumlah saham free float tercatat sebanyak 157,5 juta saham.
Namun, per 31 Maret 2026, meskipun persentasenya tetap 7,5%, jumlah saham free float LIFE sedikit menurun menjadi 157.397.976 saham. Penurunan ini antara lain dipengaruhi oleh keberadaan saham non-warkat (scripless) yang dimiliki perusahaan modal ventura dan ekuitas privat dengan porsi kepemilikan di bawah 5%, yang tercatat sebanyak 102.024 saham.
Sementara itu, free float ABDA tercatat turun menjadi 9,58% pada 31 Maret 2026, dari sebelumnya 13,1% pada 27 Februari 2026. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya jumlah saham free float menjadi 59.478.132 saham.
Selain itu, penurunan free float ABDA juga dipengaruhi oleh kepemilikan saham non-warkat oleh perusahaan modal ventura dan ekuitas privat dengan porsi di bawah 5%, yang tercatat sebanyak 21.728.234 saham.
Di sisi lain, kedua emiten tetap mempertahankan jumlah saham tercatat di BEI. Hingga akhir Maret 2026, LIFE memiliki total 2,1 miliar saham tercatat, sedangkan ABDA sebanyak 620.806.680 saham.
Meski free float keduanya masih di bawah ambang batas minimum 15% sebagaimana ketentuan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, jumlah investor LIFE justru meningkat. Tercatat, jumlah investor bertambah 16 orang menjadi 969 investor pada akhir Maret 2026, dari 953 investor pada akhir Februari 2026. Jumlah ini merujuk pada pemegang saham dengan Single Investor Identification (SID).
Sebaliknya, jumlah investor ABDA sedikit menurun, dari 405 investor pada akhir Februari 2026 menjadi 403 investor pada akhir Maret 2026.
Dari sisi kepemilikan manfaat akhir (Ultimate Beneficial Ownership/UBO), LIFE mengungkap bahwa UBO perseroan adalah Hideaki Nomura, meskipun yang bersangkutan bukan pemegang saham langsung. Pemegang saham dengan kepemilikan di atas 10% terdiri dari UBS AG Singapore S/A PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dan Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd.
Melalui rekening UBS Singapura tersebut, SMMA menguasai 262,5 juta saham atau 12,5%, dengan UBO Indra Widjaja. Sementara itu, Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd. menguasai 1,68 miliar saham atau 80%, dengan UBO Hideaki Nomura.
Adapun ABDA mengungkap bahwa UBO perseroan adalah Warburg Pincus. Namun, perusahaan modal ventura tersebut tidak tercatat sebagai pemegang saham langsung di ABDA. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.