Strategi SRAJ Bangun Layanan Kanker Terintegrasi di Mayapada: Dari Teknologi hingga Precision Oncology

(foto: Syifa Nur Layla/SWA)
SRAJ mengumumkan penguatan layanan kanker Mayapada Hospital melalui integrasi teknologi dan sistem perawatan terkoordinasi. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)

PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ) — operator jaringan Mayapada Hospital — menggandeng Siemens Healthineers untuk menghadirkan inovasi teknologi onkologi berupa PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Tidak hanya dari sisi penyediaan alat kesehatan, Mayapada juga mengoptimalkan layanan onkologi melalui penerapan standar internasional. Chief Medical Officer Mayapada Healthcare, Dini Handayani, menuturkan bahwa Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah mengantongi akreditasi dari Joint Commission International (JCI), yang menjadi indikator bahwa kualitas pelayanan rumah sakit telah memenuhi standar global.

Selain akreditasi, Mayapada secara rutin melakukan benchmarking lintas spesialis dengan berbagai institusi kesehatan global. Khusus untuk layanan onkologi, saat ini perusahaan tengah menyeleksi institusi internasional yang akan menjadi rujukan benchmarking berikutnya.

“Salah satu keunggulan layanan kami yakni keberadaan patient navigator. Konsep ini diadaptasi dari MD Anderson Cancer Center di Amerika Serikat yang dikenal sebagai pelopor sistem pendampingan pasien tersebut,” ujar Dini di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Patient navigator merupakan tim khusus yang bertugas mendampingi pasien sepanjang proses pengobatan. Peran ini mencakup memastikan kelancaran terapi dari sisi administrasi, layanan medis, dukungan emosional, hingga aspek finansial. Hal ini menjadi krusial mengingat pengobatan kanker umumnya berlangsung dalam jangka panjang — bahkan bisa mencapai satu tahun atau lebih — yang menuntut ketahanan fisik dan mental pasien.

Selain itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga menerapkan sistem Coordination of Care, yaitu koordinasi multidisiplin yang melibatkan dokter penanggung jawab pasien, dokter spesialis lain, tenaga medis, farmasi, radiologi, laboratorium, hingga tenaga penunjang lainnya. Tim ini secara rutin mendiskusikan kondisi pasien untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Pada kasus yang lebih kompleks, rumah sakit ini juga memiliki Oncology Board, yakni forum diskusi lintas spesialis untuk menentukan strategi penanganan pasien kanker secara komprehensif.

Kebutuhan meningkat

Dini mengungkapkan bahwa jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia saat ini adalah kanker payudara dan kanker kolorektal (usus). Pada pasien laki-laki, kanker paru menjadi salah satu yang paling prevalen, sementara pada perempuan, kanker serviks juga masih mendominasi.

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan, Mayapada berupaya memperluas akses pengobatan kanker melalui pengembangan fasilitas PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di sejumlah rumah sakit lainnya, termasuk di Tangerang, Surabaya, dan Bandung dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Dengan ekspansi tersebut, Mayapada berharap jaringan rumah sakitnya dapat menjadi pusat rujukan atau hub and spoke layanan kanker bagi pasien dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Dini.

Sebagai bagian dari penguatan layanan, Mayapada Hospital Tangerang saat ini telah memiliki fasilitas linear accelerator, yakni teknologi radioterapi yang digunakan dalam penanganan kanker.

“Ke depan, pengembangan layanan onkologi Mayapada tidak hanya berfokus pada penyediaan alat kesehatan canggih, tetapi juga pada penguatan layanan berbasis precision oncology,” pungkas Dini. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag