Kitabisa ORG dan Bakti Barito Sasar Investasi Sosial Rp13 Miliar dalam Blended Finance
Kitabisa.org dan Bakti Barito resmi menjalin kolaborasi dalam pembentukan dana abadi dengan target menghasilkan total investasi sosial lebih dari Rp13 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mendukung pendidikan iklim serta memperluas program Green Guardians.
Green Guardians merupakan program pendidikan iklim holistik yang diinisiasi Bakti Barito untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya dalam mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim, melalui peningkatan kesadaran lingkungan.
Untuk memperkuat inisiatif ini, Bakti Barito akan melipatgandakan setiap donasi publik, sementara Kitabisa.org turut memberikan pendanaan tambahan. Kolaborasi ini menggabungkan jangkauan digital Kitabisa.org dan metodologi terukur Bakti Barito guna memperluas implementasi pendidikan perubahan iklim di sekolah-sekolah Indonesia.
“Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan (matching) donasi publik dan reinvestasi strategis,” ujar Alfatih Timur. “Dengan memanfaatkan model Wakaf Produktif, setiap rupiah dapat bekerja lebih optimal. Struktur blended finance ini diharapkan menciptakan ekosistem pendanaan berkelanjutan bagi pendidikan iklim.”
Direktur Bakti Barito, Dian A. Purbasari , menambahkan bahwa pihaknya telah mendukung Program Adiwiyata melalui Green Guardians, yang dinilai sebagai program pemerintah dengan dampak nyata dalam membangun kesadaran lingkungan di sekolah.
“Kami bangga bermitra dengan Kitabisa.org dalam pembentukan dana abadi ini, yang menjadi inovasi blended financing untuk pendidikan perubahan iklim. Kami juga membuka peluang kolaborasi bagi perusahaan dan organisasi filantropi untuk memperluas jangkauan program ini,” ujarnya.
Kolaborasi ini dijalankan melalui tiga aktivitas utama. Pertama, peningkatan kapasitas guru terkait isu perubahan iklim serta konservasi energi, air, dan keanekaragaman hayati.
Kedua, pendampingan yang disesuaikan bagi sekolah untuk meraih penghargaan Adiwiyata, termasuk penguatan peran kader sebagai agen perubahan melalui kegiatan seperti kampanye pengurangan plastik sekali pakai dan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Ketiga, penyediaan sarana pendukung guna mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Inisiatif ini turut mendapat apresiasi dari Jo Kumala Dewi. “Kolaborasi inovatif ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pencapaian sekolah Adiwiyata dan membentuk generasi muda yang tangguh terhadap krisis iklim,” ujarnya.
Dari sisi struktur pendanaan, sebanyak 70% anggaran tahunan dialokasikan untuk implementasi program di 222 sekolah dalam lima tahun ke depan. Sementara 30% sisanya ditempatkan dalam dana abadi berbasis Wakaf Produktif untuk menjamin keberlanjutan program serta pengembangan kader Adiwiyata di masa mendatang.
Melalui kerja sama publik-swasta ini, Kitabisa.org dan Bakti Barito optimistis dapat menghadirkan model blended finance yang dapat direplikasi oleh sektor filantropi, korporasi, dan masyarakat luas. Pembukaan kolaborasi lintas pihak diharapkan memperluas jangkauan program, sehingga semakin banyak siswa di Indonesia siap menghadapi tantangan krisis iklim secara akademis maupun praktis. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.