Antam (ANTM) Genjot Hilirisasi di Q1/2026, Produksi Emas 201 Kilogram
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) melaporkan capaian kinerja operasional yang solid sepanjang kuartal pertama tahun 2026 ). Di tengah dinamika global, perusahaan berhasil menjaga stabilitas kinerja melalui eksekusi strategi yang disiplin, pemasaran yang adaptif, serta pengendalian biaya yang efektif di seluruh lini operasional.
Dikutip dari laman Keterbukaan Informasi pada Selasa (28/4/2026), segmen emas tetap menjadi kontributor signifikan dengan volume penjualan mencapai 8.464 kg (272.124 troy oz.) padaJanuari-Maret 2026. Meskipun produksi emas dari tambang perusahaan tercatat sebesar 201 kilogram (kg) , permintaan domestik tetap terjaga kuat seiring dengan tren positif harga emas global. Perseroan merespons peluang ini dengan memperkuat strategi pemasaran melalui inovasi produk logam mulia dan optimalisasi layanan digital lewat aplikasi Antam Logam Mulia.
Pada segmen nikel, perusahaan mencatatkan produksi bijih nikel sebesar 3,88 juta wet metric ton (wmt) dengan volume penjualan mencapai 3,40 juta wmt. Kinerja ini mencerminkan pengelolaan operasi yang disiplin, terutama saat perusahaan mengelola kuota produksi awal tahun sebelum mendapatkan persetujuan RKAB secara penuh pada Maret 2026.
Seluruh penjualan bijih nikel tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Sementara itu, produksi feronikel tercatat optimal sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan volume penjualan 2.803 TNi yang terserap pasar ekspor.
Peningkatan signifikan terlihat pada segmen bauksit dan alumina. Penjualan bauksit mencapai 593.476 wmt, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Seluruh produksi bauksit ini diserap oleh pasar domestik, termasuk sebagai bahan baku pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan.
Lebih lanjut, produksi alumina melalui anak usaha PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) tercatat tumbuh 13% menjadi 49.566 ton. Volume penjualan alumina juga mengalami kenaikan 11% menjadi 49.072 ton dibandingkan capaian 1Q25.
Akselerasi Proyek Hilirisasi dan Eksplorasi
Dalam laporan tertulisnya, Sekretaris Perusahaan ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto mengatakan perusahaan terus berkomitmen mendukung kebijakan hilirisasi mineral nasional melalui sejumlah proyek strategis seperti: pembangunan fasilitas manufaktur logam mulia di JIIPE, Gresik, yang saat ini telah memasuki fase konstruksi. Kemudian pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) nasional. Pada 30 Januari 2026, Antam bersama IBC dan mitra strategis HYD menandatangani Framework Agreement untuk percepatan investasi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Serta proyek SGAR mempawah Fase 1 yang telah memasuki masa operasional komersil sejak Februari 2026 dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Di saat yang sama, perusahaan juga melakukan groundbreaking untuk pengembangan fase II.
Guna memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang, Antam mengalokasikan biaya eksplorasi sebesar Rp18,35 miliar pada 1Q26. Kegiatan eksplorasi difokuskan pada pencarian sumber daya emas di Pongkor, nikel di wilayah Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, serta bauksit di Kalimantan Barat. Melalui integrasi prinsip keberlanjutan (ESG) dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, ANTAM optimis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.