Meiyijia, Raja Convenience Store China, Serbu Asia Tenggara
Jaringan convenience store terbesar di China, Meiyijia, resmi memperluas ekspansinya ke Asia Tenggara dengan membuka gerai perdana di Vietnam dan Malaysia. Langkah ini menjadi ekspansi internasional pertama perusahaan setelah membangun jaringan lebih dari 40.000 toko di pasar domestik.
Pakai brand Ohmee
Dalam ekspansinya, Meiyijia tidak menggunakan nama brand utama, melainkan memperkenalkan merek baru, Ohmee, yang dikembangkan bersama mitra lokal. Strategi ini mencerminkan pendekatan adaptif perusahaan dalam menghadapi karakteristik pasar yang berbeda di luar China. Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai target jumlah gerai Ohmee di Vietnam dan Malaysia.
Meiyijia didirikan pada 1997 sebagai unit ritel dari perusahaan perdagangan milik negara dan mulai mengalami pertumbuhan pesat sejak pertengahan 2010-an. Pada 2020, jumlah gerainya telah melampaui 20.000, dan dalam waktu kurang dari lima tahun, angka tersebut berlipat ganda.
Pertumbuhan agresif ini ditopang oleh digitalisasi yang terintegrasi, mencakup operasional toko, manajemen rantai pasok, hingga sistem waralaba. Selain sebagai operator ritel, Meiyijia juga berkembang menjadi salah satu distributor besar produk consumer goods, terutama makanan ringan dan minuman, di China.
Basis kekuatan Meiyijia tidak lepas dari Dongguan, kota industri di selatan China yang menjadi lokasi berdirinya perusahaan. Dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa — mayoritas merupakan pekerja migran — Dongguan menciptakan permintaan tinggi terhadap kebutuhan konsumsi harian yang tersedia sepanjang waktu.
Model bisnis ini berkembang seiring dengan ketersediaan mitra waralaba dari kalangan pekerja lokal serta biaya sewa yang relatif lebih terjangkau dibanding kota besar lainnya di China. Ekosistem tersebut memungkinkan Meiyijia melakukan ekspansi dalam skala besar secara cepat.
Mengutip ajupress.com (23/4/2026), sebanyak 100 merek convenience store teratas di China mengoperasikan sekitar 208.000 gerai pada akhir 2025, meningkat sekitar 11.000 toko atau 5,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut edisi 2026 laporan “China Convenience Store Top 100” yang disusun oleh China Chain Store & Franchise Association (CCFA). Jumlah jaringan yang memiliki sedikitnya 1.000 toko tidak berubah dibanding tahun sebelumnya, yakni tetap sebanyak 38 merek.
Meiyijia menempati peringkat pertama berdasarkan jumlah toko, dengan total 40.147 gerai, bertambah 2.204 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, posisi 10 besar lainnya ditempati oleh: Yijie dengan 28.689 gerai (bertambah 54); Kunlun Haoke dengan 19.814 (bertambah 114); Tianfu dengan 7.718 (bertambah 197); Lawson dengan 7.068 (bertambah 416); Zuolin Youshe dan Shenghuo Yizhan dengan 6.238 (bertambah 928); Furong Xingsheng dengan 5.940 (bertambah 102); 7-Eleven dengan 5.565 (bertambah 926); Shizu dan Zhishang dengan 4.217 (turun 164); serta Jianfu dengan 3.680 (bertambah 645). Lima besar peringkat teratas tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tantangan baru
Namun, ekspansi ke Asia Tenggara menghadirkan tantangan baru. Vietnam dan Malaysia memiliki struktur pasar ritel, tingkat pendapatan, serta pola urbanisasi yang berbeda dibanding China. Selain itu, persaingan di segmen convenience store juga cukup ketat, dengan kehadiran pemain regional dan global seperti 7-Eleven, FamilyMart, dan GS25.
Para pemain lama tersebut telah memiliki jaringan distribusi, lokasi strategis, serta hubungan yang kuat dengan regulator setempat, yang menjadi keunggulan tersendiri dalam industri ritel modern.
Dalam konteks ini, kemampuan Meiyijia untuk menyesuaikan model bisnisnya akan menjadi faktor penentu. Penggunaan brand Ohmee dinilai sebagai langkah awal untuk membangun daya saing lokal sekaligus menghindari pendekatan “copy-paste” dari model yang sukses di China.
Ekspansi ini juga didukung oleh ekosistem distribusi yang telah dibangun Meiyijia bersama berbagai merek consumer goods di China, yang sebagian di antaranya telah lebih dulu berekspansi ke pasar internasional, termasuk Asia Tenggara.
Ke depan, keberhasilan Meiyijia di Vietnam dan Malaysia akan menjadi indikator penting bagi perusahaan ritel China lainnya yang berencana melakukan ekspansi global. Pasar Asia Tenggara, meskipun menjanjikan, dikenal memiliki karakteristik yang beragam dan tidak seragam antarnegara.
Dengan demikian, langkah Meiyijia tidak hanya menjadi ekspansi bisnis semata, tetapi juga ujian terhadap kemampuan model ritel berbasis skala dan digitalisasi dalam beradaptasi di pasar internasional. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.