Penjualan Melonjak, Tapi Rugi Buyung Poetra Sembada (HOKI) Membengkak ke Rp31,20 Miliar di Kuartal I/2026
Emiten pengolahan beras, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp31,20 miliar pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026. Rugi bersih ini meningkat 18,93% dibandingkan Rp26,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4/2026), peningkatan rugi tersebut turut mendorong rugi per saham menjadi Rp3,22 per saham, dari sebelumnya Rp2,71 per saham pada kuartal I/2025.
Di sisi lain, kinerja top line menunjukkan tren berlawanan. Penjualan bersih HOKI melonjak 46,67% menjadi Rp535,80 miliar pada kuartal I/2026, dari Rp365,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan masih didominasi oleh produk beras yang tercatat sebesar Rp554,15 miliar, meningkat dari Rp401,98 miliar. Sementara itu, retur dan potongan penjualan berhasil ditekan menjadi Rp7,35 miliar, dari sebelumnya Rp10,58 miliar.
Namun, peningkatan penjualan tidak diikuti oleh efisiensi biaya. Beban pokok penjualan naik lebih tinggi, yakni 48,76% menjadi Rp528,14 miliar, dari Rp355,01 miliar. Akibatnya, laba bruto justru turun 25,49% menjadi Rp7,65 miliar, dari Rp10,27 miliar.
Dari sisi pelanggan, transaksi masih didominasi pihak ketiga dengan nilai Rp530,74 miliar, naik dari Rp361,15 miliar. Sementara penjualan kepada pihak berelasi tercatat Rp5,06 miliar, dari Rp4,13 miliar.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa pelanggan dengan kontribusi lebih dari 10% terhadap total penjualan berasal dari PT Indomarco Prismatama dengan nilai Rp54,26 miliar, meskipun turun dari Rp67,26 miliar pada periode sebelumnya. Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mulai berkontribusi signifikan pada kuartal I/2026 dengan nilai Rp114,63 miliar.
Di sisi operasional lainnya, sejumlah pos turut mempengaruhi kinerja, antara lain beban sewa pembangkit listrik sebesar Rp3,6 miliar, penurunan keuntungan yang belum direalisasi atas nilai wajar neto menjadi Rp14,71 miliar dari Rp29,71 miliar, serta keuntungan terealisasi dari penjualan portofolio efek neto sebesar Rp122,32 juta.
Total beban usaha meningkat 12,73% menjadi Rp33,03 miliar, dari Rp29,30 miliar. Kenaikan ini berasal dari beban penjualan yang naik menjadi Rp14,77 miliar serta beban umum dan administrasi yang meningkat menjadi Rp18,25 miliar.
Setelah memperhitungkan beban bunga, provisi, pendapatan dividen, pendapatan bunga, serta pajak, rugi tahun berjalan HOKI tercatat Rp31,45 miliar, meningkat 21,19% dari Rp25,95 miliar pada kuartal I/2025.
Dari sisi neraca, total aset HOKI turun 5,30% menjadi Rp936,76 miliar. Di saat yang sama, liabilitas berhasil ditekan 5,34% menjadi Rp366,43 miliar. Sementara itu, ekuitas tercatat turun 5,27% menjadi Rp570,32 miliar.
Pada jeda sesi pertama perdagangan Selasa siang, saham HOKI bergerak stagnan di level Rp67 per saham, berdasarkan data aplikasi IDX Mobile per pukul 12.18 WIB. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat sekitar Rp648 miliar, dengan volume transaksi mencapai 8,58 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 368 kali, dengan nilai transaksi Rp573,6 juta. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.