Penjualan Lesu, Laba Ramayana (RALS) Menyusut ke Rp193 Miliar pada Kuartal I/2026

Penjualan Lesu, Laba Ramayana (RALS) Menyusut ke Rp193 Miliar pada Kuartal I/2026
Ilustrasi pusat perbelanjaan yang dikelola oleh Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) di Kota Garut, Jawa Barat pada 26 Oktober 2025. Foto Nadia K. Putri/SWA

Emiten papan utama, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) membukukan total pendapatan sebesar Rp985,16 miliar pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026. Pendapatan tersebut turun 14% dibandingkan Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/4/2026), penurunan pendapatan ini disebabkan oleh turunnya penjualan barang beli putus serta komisi penjualan konsinyasi pada kuartal I/2026.

Secara rinci, penjualan barang beli putus turun menjadi Rp699,67 miliar dari Rp831,07 miliar. Sementara itu, komisi penjualan konsinyasi juga menurun menjadi Rp285,49 miliar dari Rp314,52 miliar.

Perseroan juga mencatat nilai penjualan konsinyasi sebesar Rp1,13 triliun, turun dari Rp1,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, beban penjualan konsinyasi berhasil ditekan menjadi Rp847,74 miliar dari Rp857,93 miliar.

Selain itu, beban pokok penjualan barang beli putus juga berhasil ditekan 19,35% menjadi Rp463,56 miliar pada kuartal I/2026, dari sebelumnya Rp574,79 miliar pada kuartal I/2025.

Dengan kondisi tersebut, RALS membukukan laba kotor sebesar Rp521,60 miliar pada kuartal I/2026, turun 8,62% dibandingkan Rp570,81 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, beban penjualan turun menjadi Rp25,49 miliar dari Rp40,39 miliar. Beban umum dan administrasi juga menurun menjadi Rp305,20 miliar dari Rp325,26 miliar. Sementara itu, pendapatan lainnya meningkat menjadi Rp36,16 miliar dari Rp35,73 miliar.

Hasilnya, RALS masih membukukan laba usaha sebesar Rp217,09 miliar pada kuartal I/2026, meskipun turun 9,87% dibandingkan Rp240,88 miliar pada kuartal I/2025.

Setelah memperhitungkan pendapatan keuangan, biaya keuangan, beban pajak, dan pos lainnya, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp193,29 miliar, turun 11,28% dari Rp217,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut turut berdampak pada laba per saham yang menjadi Rp32,54 per saham, dari sebelumnya Rp36,73 per saham.

Dari sisi neraca, total aset RALS tercatat sebesar Rp5,53 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 16,14% dibandingkan Rp4,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, total liabilitas meningkat signifikan sebesar 38,44% menjadi Rp1,76 triliun dari Rp1,27 triliun. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh lonjakan utang usaha pihak ketiga sebesar Rp371,58 miliar atau 70%.

“Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah pembelian barang dagang dalam menghadapi Lebaran 2026,” jelas Direktur PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Andreas Lesmana, dalam keterbukaan informasi BEI.

Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai Rp3,77 triliun, meningkat 8% dibandingkan Rp3,49 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menjelang penutupan perdagangan, saham RALS menguat 1,36% ke level Rp448 dari Rp442, berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 15.01 WIB. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat sebesar Rp3,17 triliun dengan volume transaksi mencapai 3,80 juta saham. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag