Tingkat Hunian Perkantoran CBD Jakarta di Kuartal I/2026 Naik 2,7%, Harga Sewa Stabil

Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (10/4/2026). (Foto : Vicky Rachman/SWA).
Gedung Bursa Efek Indonesia di kawasan SCBD Jakarta, Jumat (10/4/2026). (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Cushman and Wakefield mencatat, sektor perkantoran di Central Business DIstrict (CBD) Jakarta tidak ada tambahan pasokan baru selama kuartal pertama 2026. Total stok perkantoran di CBD Jakarta tetap berada di kisaran 7,4 juta m2 pada akhir Maret 2026.Rata-rata tarif sewa dasar dalam Rupiah di kuartal pertama tahun ini tercatat stabil di Rp176.700/m2 per bulan dan mencerminkan perubahan sebesar 0,4% secara kuartalan atau naik sebesar 2,7% jika dibandingkan Maret 2025.

Transaksi en-bloc atas Pacific Century Place (PCP) Tower (93.300 m2) di kawasan superblok SCBD telah dikonfirmasi selesai pada kuartal pertama 2026 dengan total nilai transaksi sekitar US$400 juta. Dua transaksi sewa berskala besar yang berasal dari institusi pemerintah dan perusahaan perkebunan juga tercatat di Trinity Tower yang berlokasi di area Kuningan.

Dua transaksi lainnya terjadi di Wisma Nugra Santana di kawasan Sudirman oleh perusahaan BUMN serta di Capital Place di kawasan Gatot Subroto oleh perusahaan perbankan. Transaksi tersebut membuat tingkat hunian di kawasan CBD Jakarta mengalami kenaikan.

“Penyerapan bersih positif sebesar 19.500 m2 tercatat selama kuartal pertama 2026, sehingga mendorong tingkat hunian CBD secara keseluruhan menjadi 76,9%, meningkat sebesar 0,3% secara kuartalan Sebagian besar kontribusi serapan bersih masih terjadi di perkantoran Grade A, yaitu sekitar 75% dari total serapan bersih selama periode ulasan,” kata Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia, Kamis (30/4/2026).

Pada akhir Maret 2026, rata-rata tarif sewa dasar dalam Rupiah tercatat stabil di Rp176.700/m2 per bulan mencerminkan perubahan sebesar 0,4% secara kuartalan atau naik sebesar 2,7% jika dibandingkan Maret 2025. Dalam Dolar AS, tarif sewa dasar mengalami penurunan sebesar 1,3% secara kuartalan, yang terutama disebabkan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Sementara itu, service charge meningkat sebesar 0,6% apabila dibandingkan kuartal IV di 2025 dan tercatat di Rp95.300/m2/bln.

“Di tengah perlambatan ekonomi global yang masih berlangsung akibat dampak konflik geopolitik, khususnya konflik terbaru di Timur Tengah, permintaan ruang perkantoran di CBD Jakarta diperkirakan tetap positif sepanjang tahun 2026. Tingkat hunian secara keseluruhan diproyeksikan akan mengalami sedikit peningkatan, seiring dengan tidak adanya tambahan pasokan baru sepanjang tahun 2026,” ungkapnya.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag