Bisnis Outsourcing Dongkrak INET, Laba Tembus Rp13,65 Miliar dan Pendapatan Melonjak 3.069% di Kuartal I/2026

Bisnis Outsourcing Dongkrak INET, Laba Tembus Rp13,65 Miliar dan Pendapatan Melonjak 3.069% di Kuartal I/2026
Ilustrasi logo PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET). Foto oleh Sinergy Networks

Emiten papan pengembangan, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) membukukan pendapatan neto sebesar Rp383,60 miliar pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026. Angka ini melonjak 3.069,62% dibandingkan Rp12,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (30/4/2026), lonjakan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh kontribusi baru dari segmen jasa outsourcing sebesar Rp332,95 miliar pada kuartal I/2026. Selain itu, pendapatan dari penyedia layanan internet tercatat Rp50,65 miliar, meningkat dari Rp12,10 miliar pada kuartal I/2025.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan INET juga meningkat signifikan, yakni sebesar 4.772,04% menjadi Rp337,61 miliar dari Rp6,92 miliar. Meski demikian, laba bruto tetap tumbuh kuat, naik 789,05% menjadi Rp45,98 miliar dari Rp5,17 miliar.

Di sisi lain, sejumlah beban operasional turut meningkat. Beban penjualan naik menjadi Rp1,04 miliar dari Rp455,90 juta. Beban umum dan administrasi melonjak menjadi Rp16,05 miliar dari Rp2,74 miliar. Sementara itu, beban usaha lain-lain—neto berbalik menjadi beban sebesar Rp276,74 juta dari sebelumnya mencatatkan penghasilan.

Kenaikan pendapatan yang signifikan tetap mendorong peningkatan laba usaha menjadi Rp28,61 miliar, atau melonjak 1.322,59% dibandingkan Rp2,01 miliar pada kuartal I/2025.

Setelah memperhitungkan beban dan penghasilan keuangan serta pajak, INET membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp13,65 miliar pada kuartal I/2026. Angka ini meningkat 790,61% dari Rp1,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba per saham dasar tercatat sebesar Rp0,61 per saham, naik dari Rp0,20 per saham. Sementara laba per saham dilusian mencapai Rp0,55 per saham, dari sebelumnya Rp0,16 per saham.

Dari sisi neraca, total aset INET melonjak 648,39% menjadi Rp5,69 triliun per akhir Maret 2026, dibandingkan Rp760,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Liabilitas juga meningkat signifikan sebesar 491,13% menjadi Rp1,95 triliun dari Rp331,15 miliar.

Adapun ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp3,73 triliun, meningkat 769,72% dibandingkan Rp429,21 miliar pada kuartal I/2025.

Pada penutupan perdagangan Kamis, saham INET berada di level Rp298, melemah 3,87%. Volume transaksi mencapai 214,81 juta saham, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp6,94 triliun, mengutip data TradingView. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag