Bidik 10 Ribu Peserta, Jatiluwih Fun Run 2026 Jadi Pemanasan Menuju Satu Abad Pariwisata Bali

Bidik 10 Ribu Peserta, Jatiluwih Fun Run 2026 Jadi Pemanasan Menuju Satu Abad Pariwisata Bali
Rapat persiapan Jatiluwih Fun Run 2026. (Foto: Humas Pemprov Bali)

Pemerintah Provinsi Bali bersama pelaku industri pariwisata mulai memanaskan mesin menuju peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027. Salah satu langkah awalnya adalah penyelenggaraan Jatiluwih Fun Run 2026, ajang sport tourism yang ditargetkan mampu menarik hingga 10 ribu peserta, termasuk wisatawan mancanegara.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa event yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 ini tidak boleh berhenti sebagai agenda lokal. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus dikemas sebagai magnet kunjungan wisata berbasis minat khusus (special interest tourism), khususnya komunitas lari global.

“Event ini harus fokus menarik pelari dari luar Bali. Potensinya besar, bahkan 10 ribu peserta sangat memungkinkan. Karena digagas pelaku pariwisata, sinergi dengan travel agent harus dimaksimalkan,” ujarnya dalam rapat persiapan di Denpasar.

Ajang yang digarap bersama Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies Bali ini menjadi bagian dari strategi memperluas kanal promosi destinasi melalui sport tourism — segmen yang tengah tumbuh pesat secara global.

Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra menyebut tren lari kini telah berkembang menjadi gaya hidup lintas negara dengan daya tarik ekonomi yang signifikan. Karena itu, pihaknya merancang konsep “The Journey Begins from Jatiluwih” sebagai pintu masuk promosi destinasi unggulan di seluruh Bali. “Kami ingin menjadikan Bali Tourism Run sebagai platform promosi berkelanjutan. Dimulai dari Jatiluwih, kemudian dikembangkan ke kabupaten/kota lain,” ujarnya.

Dipilihnya Jatiluwih Rice Terraces bukan tanpa alasan. Kawasan ini menawarkan lanskap persawahan ikonik berstatus warisan dunia UNESCO yang dinilai memiliki diferensiasi kuat dibandingkan rute lomba lari di destinasi lain.

Dari perspektif ekonomi, event ini berpotensi menciptakan multiplier effect yang luas — mulai dari okupansi hotel, pergerakan transportasi, hingga konsumsi produk lokal.

Bank Indonesia Provinsi Bali melihat ajang ini sebagai momentum untuk mendorong ekonomi hijau sekaligus memperkuat ekosistem UMKM. Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja menekankan pentingnya integrasi aspek keberlanjutan dalam penyelenggaraan event.

“Ini bukan sekadar olahraga, tetapi kombinasi budaya, pertanian, dan lingkungan. Pembatasan plastik sekali pakai dan penggunaan medali dari bahan daur ulang menjadi bagian dari positioning Bali sebagai destinasi hijau,” ujarnya.

Selain memperkuat citra sustainable tourism, pelibatan UMKM lokal juga menjadi fokus, terutama dalam penyediaan produk kuliner, suvenir, hingga layanan pendukung event.

Penyelenggara menyiapkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan format yang terbuka bagi pelari profesional maupun masyarakat umum. Pendaftaran dijadwalkan dibuka pada Mei 2026. Meski target awal peserta dipatok sekitar 2.000 orang, optimisme untuk menembus angka 10 ribu muncul seiring dukungan pemerintah, industri, dan lembaga keuangan.

Jatiluwih Fun Run diarahkan menjadi agenda tahunan strategis yang memperkuat positioning Bali di peta sport tourism dunia. Jika dikemas secara konsisten dan profesional, ajang ini berpotensi menjadi signature event yang mendongkrak kualitas kunjungan wisata — tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga nilai belanja dan lama tinggal wisatawan.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, Bali mulai menggeser strategi promosi dari sekadar destinasi rekreasi menjadi ekosistem pengalaman — menggabungkan olahraga, budaya, dan keberlanjutan — menjelang momentum satu abad pariwisata pada 2027. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag