Arief Muhammad Unggah Kode “$NSPD”, Spekulasi IPO RM Payakumbuah Mencuat
Spekulasi mengenai rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di industri kuliner Tanah Air kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada jaringan restoran nasi padang populer, Rumah Makan (RM) Payakumbuah, milik pemengaruh sekaligus pengusaha Arief Muhammad.
Isu melantainya PT Makan Padang Pakai Tangan, perusahaan induk Payakumbuah, di Bursa Efek Indonesia menguat setelah perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan untuk tahun buku 2025 pada Selasa (5/5/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Arief Muhammad mengungkapkan bahwa RUPS 2025 baru dapat dilaksanakan pada Mei 2026 karena menunggu proses audit eksternal. Meski demikian, ia menyebut kondisi fundamental perusahaan masih menunjukkan tren positif.
Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, Arief menegaskan bahwa bisnis yang dijalankannya masih mampu mencatatkan keuntungan, baik di level holding maupun seluruh cabang.
"So far so good. Di tengah ekonomi global dan lokal yang lagi nggak beres, @padangpayakumbuah masih bisa tetap profit di holding dan semua cabangnya. Alhamdulillah Ya Allah," tulis Arief dalam unggahannya.
Perhatian pelaku pasar semakin tertuju pada penyematan kode "$NSPD" dalam takarir (caption) unggahan tersebut. Di pasar modal, penggunaan simbol dolar ($) di depan singkatan tertentu kerap diasosiasikan sebagai kode ticker saham emiten.
Unggahan itu pun memicu beragam spekulasi di kalangan investor ritel. Banyak yang menduga "NSPD" merupakan singkatan dari "Nasi Padang" yang tengah dipersiapkan sebagai kode saham apabila perusahaan benar-benar melantai di bursa.
Menanggapi rasa penasaran warganet terkait kemungkinan IPO tersebut, Arief memberikan jawaban singkat namun memantik spekulasi lebih lanjut. "Sabar," tulisnya saat membalas komentar salah satu pengikutnya pada Rabu (6/5/2026).
RM Payakumbuah dikenal sebagai salah satu jenama kuliner yang agresif berekspansi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan model bisnis kemitraan, jaringan restoran ini telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya, hingga Bali.
Jika rencana IPO tersebut terealisasi, Payakumbuah akan menambah daftar perusahaan sektor konsumsi, khususnya food and beverage (F&B), yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan untuk mempercepat ekspansi bisnis nasional. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.