Grup GoTo (GOTO) Tanggapi Danantara Tambah Kepemilikan Saham demi Ojol, Ekonom: Berpotensi Bias Kebijakan
Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) atau Grup GoTo, R.A. Koesoemohadiani mengungkap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia, telah membeli sejumlah saham GOTO dala jumlah kurang dari 1% dari saham yang diterbitkan oleh perseroan.
“Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang perseroan,” jelas Koesoemohadiani dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5/5/2026).
Namun dari sisi perdagangan saham, harga GOTO pada perdagangan Rabu (6/5/2026) ditutup stagnan di Rp50, melansir dari aplikasi IDX Mobile. Meski demikian, nilai kapitalisasi pasarnya menembus Rp57 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 4,50 miliar, nilai transaksi Rp225,5 miliar, dan frekuensi transaksi sebanyak 41.730 kali.
Sementara, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menerbitkan laporan pemegang saham di atas 5%, di laman keterbukaan informasi pada sore ini. Laporan tersebut mencatat semua pergerakan kepemilikan investor di atas 5% pada periode 4-5 Mei 2026.
Laporan tersebut mengungkap, bahwa investor Taobao China Holding Limited dan SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd masing-masing masih mempertahankan sahamnya di GOTO. Taobao menguasai 88,53 miliar saham, sedangkan SVF GT Subco menguasai 91,10 miliar saham.
Sebelumnya, KSEI juga menerbitkan data pemegang saham di atas 1% di keterbukaan informasi BEi pada 11 April 2026, bahwa GOTO dimiliki oleh salah satu afiliasi dari induk Danantara, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang bertindak sebagai perusahaan terbatas (CP) dengan porsi 1,99%.
Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani menyatakan bahwa lembaga dana kelolaan negara atau sovereign wealth fund (SWF) tersebut menjadi investor GOTO sebagai strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi transportasi daring (online). Upaya menjadi investor GOTO tersebut, sebut Rosan, diklaim telah dilakukan sejak awal 2026.
“Danantara sudah mulai masuk dan kita sudah bicara, buat kita ini yang penting adalah kesejahteraannya ojol, gimana kita meningkatkan kesejahteraan ojol, adanya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Rosan yang dilansir dari laman Antara kemarin.
Direktur Ekonomi Centre of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda mencermati, inisiatif ini akan memunculkan peluang bias kebijakan antara pemerintah melalui Danantara Indonesia dengan perusahaan transportasi online, termasuk GOTO.
“Ketika sudah masuk menjadi pemain, maka akan ada bias kebijakan. Bias kebijakan ini bisa memunculkan stigma negatif dari pelaku usaha. Pelaku usaha yang existing bisa keluar, dan pelaku usaha yang ingin masuk bisa enggan masuk,” jelas Nailul kepada SWA.co.id dalam pesan tertulis pada Senin siang (4/5/2026).
Nailul juga mencermati adanya peluang tekanan jual dari pemegang saham GOTO. Hal ini membuat pemilik modal lama di GOTO akan melakukan strategi keluar (exit strategy) dan digantikan pemilik modal baru, yaitu Danantara Indonesia.
Dari sisi perdagangan secara year-to-date, ini tampak dari data aksi pembelian bersih (net buy) dan penjualan bersih (net sell) GOTO di aplikasi IDX Mobile. Data aplikasi tersebut menunjukkan, bahwa investor asing telah menjual sebesar Rp11,68 triliun, sedangkan investor domestik menjual sahamnya sebesar Rp11,65 triliun.
Namun, aksi pembelian bersih investor asing hanya Rp9,82 triliun dan investor domestik sebesar Rp13,51 triliun.
Dari sisi perdagangan Rabu ini saja, investor domestik melepas Rp202,1 miliar saham GOTO, sedangkan investor asing menjual Rp25,76 miliar. Pembelian bersih dilakukan oleh investor domestik sebesar Rp190,2 miliar dan investor asing hanya Rp37,63 miliar.
Meskipun kabar Danantara Indonesia tersebut mencuat, GOTO menegaskan berkomitmen untuk melaporkan kepemilikan saham perseroan. Sejak Maret 2026, GOTO telah menyampaikan laporan kepemilikan saham sebesar 1% sampai 5% kepada BEI. Informasi tersebut dapat diakses di laman keterbukaan informasi.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.