Industri Aesthetic Medicine Masuk Era Regenerative Beauty, Nurtura Luncurkan Skin Biohacking Protocol
Industri aesthetic medicine di Indonesia mulai memasuki fase baru melalui pengenalan konsep kecantikan regeneratif yang berfokus pada kesehatan kulit jangka panjang. Nurtura, klinik estetika di Jakarta yang mengadopsi prinsip longevity science, meluncurkan Skin Biohacking Protocol, sebuah pendekatan medis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan segmen premium dan eksekutif urban yang mencari perawatan kulit berbasis teknologi dan personalisasi.
Berbeda dengan perawatan anti-aging konvensional yang umumnya berfokus pada hasil instan di permukaan kulit, Skin Biohacking Protocol bekerja pada level biologis kulit. Protokol ini menggabungkan teknologi estetika modern dengan pendekatan cellular skin optimization untuk memperkuat struktur kulit sekaligus mendukung proses regenerasi alami dari dalam.
Konsep tersebut awalnya dikembangkan di Monte Carlo, yang dikenal sebagai salah satu pusat inovasi luxury aesthetic dunia, sebelum disempurnakan melalui riset klinis di Jakarta oleh tim dokter spesialis longevity dan pakar biohacking Nurtura.
“Dunia aesthetic medicine saat ini sedang bertransformasi menuju regenerative beauty. Pasien dari kalangan premium kini memahami bahwa kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing di permukaan, tetapi harus memiliki kualitas biologis yang kuat dan resilien,” ujar Dr. Yusri Dinuth, ABAARM, praktisi Biohacking Nurtura.
Skin Biohacking Protocol mengintegrasikan empat pilar teknologi yang diklaim bekerja secara sinergis untuk mendukung regenerasi dan kualitas kulit hingga ke level sel. Keempatnya meliputi Exosome Therapy & Peptide Skin Booster untuk membantu komunikasi dan regenerasi sel kulit, NAD+ Infusion guna mendukung perbaikan DNA serta meningkatkan energi seluler, Oxygen Enzymatic Resurfacing untuk membantu hidrasi dan elastisitas kulit, serta Celluma Light Therapy yang berfungsi merangsang pemulihan kulit.
Sebagai destinasi perawatan kulit premium, Nurtura menawarkan pengalaman perawatan yang bersifat personal dengan protokol yang disesuaikan berdasarkan kondisi seluler masing-masing individu. Co-Founder Nurtura, Hilwa Saleh Alwaini, BMedSc, menilai pendekatan perawatan kulit selama ini lebih banyak berorientasi pada hasil luar yang bersifat sementara.
“Selama ini kita diajarkan untuk merawat kulit dari luar mengejar hasil yang terlihat, lalu kembali lagi ketika efeknya memudar. Siklus itu terus berulang karena akar masalahnya tidak pernah benar-benar disentuh. Di Nurtura, kami percaya pendekatannya harus berbeda. Ketika kulit dirawat di level sel, perubahan yang terjadi bukan sekadar sementara. Kulit tidak kembali ke titik awal setiap kali treatment selesai, ia terus membangun, memperbaiki, dan berkembang seiring waktu,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Saat ini, Nurtura melayani pasien melalui dua cabang di Jakarta, yakni di Al-Jazeerah Signature lantai 3 serta Cipete Eight lantai 3. Melalui pendekatan berbasis longevity science, klinik ini membidik kebutuhan masyarakat urban terhadap perawatan kulit premium yang tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga healthy aging.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.