Harga Sewa Apartemen Stabil di Kuartal I/2026

Pengunjung sedang melihat mock up apartemen Anwa Residences di Ciputat. (dok ist)

Cushman and Wakefield Indonesia mencatat pasar sewa apartemen pada kuartal I 2026 mendapat pasokan baru, terutama didorong oleh selesainya proyek kondominium sewa dengan tidak adanya tambahan pasokan dari subsektor lainnya. Penambahan sekitar 205 unit berasal dari penyelesaian 2 proyek kondominium, yaitu Newville (Zeta) dan The Belton Residence.

Selama kuartal ini, Service Apartment mencatat sedikit peningkatan tingkat hunian (0,4% secara kuartalan atau minus 1,4% secara tahunan), yang didorong oleh meningkatnya permintaan jangka pendek selama periode libur Idul Fitri. Tren pasar yang sama seperti kuartal sebelumnya masih terlihat, dengan sedikit peningkatan hunian pada proyek-proyek baru yang secara bertahap menyerap permintaan pasar.

“Sementara itu, subsektor apartemen khusus sewa mencatat sedikit peningkatan tingkat hunian sebesar 0,5% secara kuartalan atau 2,3% secara tahunan , mencerminkan permintaan dasar yang stabil. Tingkat hunian pada subsektor kondominium sewa juga meningkat tipis sebesar 0,3% atau 1,1% selama kuartal ini,” kata Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia di Jakarta, Selasa Selasa (12/5/2026).

Ke depannya, prospek permintaan jangka panjang (long-stay) diperkirakan akan lebih menantang. Ketidakpastian geopolitik yang meningkat diperkirakan akan memengaruhi keputusan mobilitas korporasi dan berpotensi membuat tingkat hunian lebih sulit untuk ditingkatkan, bahkan untuk mempertahankan level hunian jangka panjang.

Tarif sewa relatif stabil, dengan rata-rata tarif sewa tercatat sedikit menurun di level Rp261.181/m2/bulan. Penurunan sewa yang dilakukan sebagian operator Service Apartment di tengah melemahnya permintaan jangka panjang menyebabkan penurunan rata-rata tarif sewa subsektor ini turun sebesar 0,8% secara kuartalan dan 0,8% secara tahunan.

Tarif sewa subsektor apartemen khusus sewa relatif stabil karena sebagian besar operator mempertahankan level sewa saat ini. Sementara itu, subsektor kondominium sewa mencatat sedikit peningkatan tarif sewa sebesar turun 5,9% jika idbandingkan kuartal pertama di 2025.

“Secara keseluruhan, operator dan pemilik properti diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam strategi penetapan harga, mengingat dampak ketegangan global yang masih berlangsung terhadap pasar,” tutupnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag