MSCI Kocok Ulang Indeks: AMMN, BREN hingga TPIA Keluar dari Global Standard, Outflow Berpotensi Rp31 Triliun
Lembaga penyedia indeks global, MSCI resmi mengocok ulang komposisi saham dalam indeks Global Standard dan Global Small Cap, sebagaimana diumumkan melalui laman resminya pada Rabu (13/5/2026). Berikut rinciannya.
Pada indeks MSCI Global Standard, tidak ada tambahan saham Indonesia. Namun, MSCI menghapus enam emiten dari indeks tersebut. Sebagian besar emiten yang dikeluarkan merupakan saham papan utama di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
“Empat puluh sembilan saham akan ditambahkan dan 101 saham akan dihapus dari MSCI ACWI [All Country World Index] Index,” jelas manajemen MSCI dalam pengumuman resminya pada Selasa (12/5/2026) waktu London, Inggris Raya.
Sementara itu, pada indeks MSCI Global Small Cap, MSCI hanya menambahkan satu emiten Indonesia, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), tetapi menghapus 13 emiten. Berikut daftar saham yang dikeluarkan dari indeks tersebut:
- Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
- Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)11. Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Melalui risetnya, BRI Danareksa Sekuritas, Phintraco Sekuritas, dan Mirae Asset Sekuritas menilai perubahan komposisi indeks MSCI ini berpotensi menjadi sentimen bagi perdagangan saham pada Rabu (13/5/2026).
BRI Danareksa Sekuritas menilai tidak adanya saham baru Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard menjadi sentimen tersendiri bagi pasar. Sementara itu, Phintraco Sekuritas mencermati bahwa perubahan komposisi ini berpotensi memicu passive outflow serta meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.
“Dengan country weight Indonesia sekitar 0,72%, rebalancing kali ini dapat mendorong potensi outflow sekitar Rp28-31 triliun,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pagi ini.
Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas mencatat implementasi hasil rebalancing MSCI akan dilakukan pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan efektif berlaku mulai 1 Juni 2026. Adapun tinjauan MSCI berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 dan efektif per 1 September 2026. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.