Indonesia Jadi Pasar Strategis Ekspansi ThirdHome di Segmen Luxury Exchange
Kelas affluent Indonesia memasuki fase baru dengan meningkatnya kepemilikan properti premium dan gaya hidup global yang semakin terhubung. Indonesia tidak lagi sekadar menjadi destinasi wisata kelas atas, tetapi juga berkembang sebagai basis pemilik aset bernilai tinggi yang mencari cara lebih dinamis untuk mengoptimalkan properti mereka.
Perubahan tersebut memperkuat relevansi model luxury exchange yang menggeser kepemilikan pasif menjadi pemanfaatan aset dalam jaringan global. Momentum ini membuka peluang bagi ekonomi berbagi kelas atas seperti ThirdHome, yang kini menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis di Asia.
ThirdHome memperluas kehadirannya ke Indonesia sebagai bagian dari strategi menangkap pertumbuhan pesat segmen affluent yang semakin cermat, mobile, dan berorientasi pada pengalaman.
Ekspansi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan menghubungkan aset vila eksklusif dengan permintaan perjalanan mewah dari kalangan affluent Indonesia yang semakin aktif secara global. Dengan demikian, Indonesia dipandang bukan hanya sebagai pasar baru, tetapi juga simpul strategis dalam ekosistem luxury exchange dunia.
Pendiri sekaligus Chairman dan CEO ThirdHome, Wade Shealey, menilai Indonesia merupakan langkah ekspansi strategis di Asia Tenggara. Hal ini didorong oleh status Bali yang telah mendunia, tingginya kepemilikan rumah kedua mewah di Indonesia, serta posisi perusahaan yang sudah kuat di Australia.
Portofolio properti ThirdHome di Indonesia telah mendekati 100 unit hanya melalui permintaan organik. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan tingginya minat pasar tanpa dorongan pemasaran agresif.
“Fokus khusus pada Indonesia membuka peluang untuk menyambut lebih banyak anggota baru yang memahami nilai keanggotaan dalam klub pertukaran rumah mewah eksklusif tersebut,” kata Wade Shealey dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Rabu (13/5/2026).
Direktur ThirdHome, Giles Adam, menambahkan ekspansi ke Indonesia dilakukan seiring pembangunan koleksi vila dan residensi mewah perusahaan di berbagai destinasi seperti Bali, Lombok, Bintan, dan Sumba. Langkah ini juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelancong Indonesia yang semakin affluent dan cermat dalam memilih pengalaman perjalanan.
ThirdHome mengelola sekitar 30.000 rumah liburan di lebih dari 2.500 destinasi yang tersebar di lebih dari 100 negara, dengan nilai rata-rata properti mencapai US$2,4 juta. Jaringannya diperkuat oleh lebih dari 150 mitra resort mewah, termasuk The Ritz-Carlton dan Minor Vacation Club , serta telah mencatat hampir 100.000 pertukaran pengalaman.
Model bisnisnya memungkinkan anggota menawarkan sekitar dua minggu penggunaan rumah kedua mereka untuk memperoleh “Keys” atau kredit perjalanan, yang kemudian dapat ditukar dengan pengalaman menginap di berbagai properti mewah di seluruh dunia.
Skema tersebut memungkinkan pemilik memaksimalkan nilai properti mereka ketika sedang tidak digunakan, sekaligus menghindari berbagai komplikasi yang umum terjadi pada penyewaan jangka pendek.
Pada akhirnya, nilai utama model ini terletak pada kombinasi akses global dan rasa aman yang tetap terjaga. Anggota menjadi bagian dari komunitas kurasi yang tepercaya, sehingga dapat menikmati ketenangan karena aset mereka dikelola dalam ekosistem yang saling menjaga.
Dengan hampir 100 rumah kedua, vila, dan residensi di Indonesia, pertumbuhan bisnis ThirdHome diperkirakan akan semakin cepat seiring peluncuran resminya. Momentum ini dinilai menandai fase baru luxury home exchange di Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.