88 Plaza Balikpapan Jadi Mesin Cuan Baru Paradise Indonesia, Nilai Proyek Sentuh Rp150 Miliar

Grand Launching 88 Plaza Balikpapan. (Ist)

Langkah ekspansi PT Indonesian Paradise Property Tbk atau Paradise Indonesia (INPP) ke Balikpapan kian tak terbendung. Salah satu proyek yang digadang-gadang adalah proyek 88 Plaza Balikpapan yang merupakan proyek kedelapan yang dikembangkan INPP.

Menurut Presiden Direktur sekaligus CEO Anthony Prabowo Susilo, proyek 88 Plaza Balikpapan proyek tersebut dikembangkan secara bertahap dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar per tahap. “Model pengembangan bertahap ini menjadi strategi baru yang lebih proporsional terhadap penyerapan pasar,”katanya.

Pembangunan Ruko fase pertama telah dimulai sejak akhir Januari, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur dan didukung proses pre-sales yang menunjukkan tingginya minat pasar.

Dalam peluncuran kawasan usaha 88 Plaza akhir pekan lalu sebanyak 49 unit rumah toko yang akan dibangun di lahan seluas 8 hektare di seberang Dome, langsung habis terjual.

Anthony menegaskan pengembang menyiapkan dua tipe ruko, harga jualnya sekitar Rp3 miliar-Rp4 miliar per unit pada tahap awal pengembangan. “Nilai proyek ruko fase pertama diperkirakan berada di kisaran Rp120 miliar hingga Rp150 miliar,” kata Anthony menjawab pertanyaan SWA.co.id.

Diakui Anthony, 88 Plaza difokuskan untuk pengembangan ruko. Lokasi proyek yang berada tepat di pinggir jalan utama dinilai sangat strategis untuk kebutuhan komersial sehingga lebih cocok dikembangkan sebagai kawasan bisnis.

Keterbatasan lahan menjadi pertimbangan utama bagi Paradise Indonesia dalam pengembangan kawasan tersebut. Dengan luas sekitar 8 hektare, pembangunan rumah tapak dinilai kurang optimal sehingga Paradise Indonesia lebih mempertimbangkan hunian vertikal seperti apartemen atau residence ke depan. Meski demikian, kebutuhan hunian tetap dipandang sebagai salah satu pasar terbesar di Indonesia.

Setelah tahap pertama ludes terjual, Paradise Indonesia menargetkan pemasaran tahap kedua dapat dimulai pada kuartal III atau IV 2026. Tahap kedua diperkirakan kembali menghadirkan sekitar 42 unit, sehingga secara keseluruhan total pengembangan diproyeksikan mencapai 90 unit hingga 93 unit.

Pembangunan 88 Plaza Balikpapan diperkirakan berlangsung selama 24 hingga 30 bulan. Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan di lahan seluas 4 hektare yang dibagi ke dalam tiga fase.

“Selama ini Paradise identik dengan high density development. Di Balikpapan, 88 Plaza kami kembangkan sebagai mid to low density mixed use, dengan komponen hotel, komersial, dan residensial,” tutur Anthony.

Komponen utama 88 Plaza mencakup fasilitas bisnis berupa pertokoan, hotel bintang empat, ruang MICE, dan co-working space.

Selain itu, tersedia fasilitas gaya hidup seperti pusat kuliner, ruang terbuka hijau, dan area olahraga, dengan pengembangan kawasan hunian direncanakan pada tahap berikutnya.

Direktur Keuangan Paradise Property Indonesia Surina menambahkan tahun ini Paradise Indonesia telah memiliki 25 unit bisnis dengan beroperasinya 23 Semarang dan 88 Plaza Balikpapan yang merupakan proyek di kota ke-8. Jadi total Paradise Indonesia memiliki 6 mal yang bulan depan akan jadi 7 mal, 13 hotel, dan property sales 6. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag