Asiana Airlines Resmi Tutup pada Desember 2026, Merger Penuh dengan Korean Air

Pesawat Airbus A380 milik Asiana Airlines lepas landas. Asiana dijadwalkan resmi menghentikan operasional pada Desember 2026 setelah hampir 40 tahun beroperasi. (Foto: oag-com)
Pesawat Airbus A380 milik Asiana Airlines lepas landas. Asiana dijadwalkan resmi menghentikan operasional pada Desember 2026 setelah hampir 40 tahun beroperasi. (Foto: oag-com)

Industri penerbangan Korea Selatan memasuki babak baru. Asiana Airlines dipastikan akan menghentikan seluruh operasionalnya pada 17 Desember 2026 setelah resmi melebur penuh ke dalam Korean Air. Penutupan ini mengakhiri perjalanan Asiana yang telah beroperasi hampir empat dekade sejak didirikan pada 1988.

Melanjsir executivetraveller.com (14/5/2026), merger tersebut menjadi bagian dari proses akuisisi Korean Air terhadap Asiana Airlines yang nilainya mencapai sekitar US$2 miliar. Setelah integrasi selesai, seluruh aset, kewajiban, armada, personel, hingga operasional penerbangan Asiana akan berada di bawah identitas Korean Air.

Dewan direksi kedua maskapai telah menyetujui perjanjian merger final pada 13 Mei 2026. Penandatanganan resmi dilakukan sehari setelahnya sebagai tahapan akhir integrasi yang telah berlangsung sejak 2020.

Penggabungan ini sekaligus akan menjadikan Korean Air sebagai salah satu dari 10 maskapai penerbangan terbesar di dunia berdasarkan kapasitas armada dan jaringan penerbangan internasional.

Selain operasional penerbangan, Korean Air juga akan mengintegrasikan program loyalitas Asiana Club ke dalam SKYPASS miliknya. Asiana pun akan keluar dari aliansi Star Alliance karena Korean Air merupakan anggota SkyTeam.

Proses merger Korean Air dan Asiana menjadi salah satu konsolidasi maskapai paling panjang dan kompleks dalam industri penerbangan global. Persetujuan transaksi harus melewati proses peninjauan dari 14 regulator persaingan usaha di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Sebagai bagian dari syarat persetujuan regulator, Korean Air diwajibkan melepas bisnis kargo Asiana kepada Air Incheon serta menyerahkan sejumlah slot penerbangan di rute Eropa kepada maskapai lain guna menjaga persaingan pasar.

Tidak hanya maskapai utama, Korean Air juga berencana menggabungkan lini maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC) miliknya, Jin Air, dengan dua anak usaha Asiana yakni Air Busan dan Air Seoul menjadi satu entitas baru.

CEO Korean Air Walter Cho mengatakan fokus utama perusahaan pasca-merger adalah menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan di tengah skala bisnis yang semakin besar.

Sebelumnya, Korean Air juga telah memperkenalkan identitas merek baru pada 2025 sebagai bagian dari persiapan integrasi penuh dengan Asiana Airlines. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag