Bisnis Kopi Kian Nikmat, Bos Janji Jiwa Targetkan Buka 20 Gerai dan 500 Unit Cart di 2026
Jiwa Group terus mengembangkan ketiga lini bisnisnya: Janji Jiwa, Janji Jiwa Culture dan Kopi Sejuta Jiwa. Demi mengembangkan lini usaha ini, manajemen Jiwa Group berencana memacu ekspansi seiring rencana pembukaan gerai di 2026. CEO Jiwa Group, Billy Kurniawan menargetkan pembukaan sekitar 20 gerai baru (kombinasi Janji Jiwa dan Janji Jiwa Culture) serta penambahan sekitar 500 unit cart untuk Kopi Sejuta Jiwa.
Saat ini Jiwa Group memiliki lebih dari 900 gerai di Indonesia yang di antaranya 25 gerai Janji Jiwa Culture dan sisanya gerai Janji Jiwa. Sementara Kopi Sejuta Jiwa sudah tersebar hingga 1.500 cart.
“Secara geografis, saat ini pertumbuhan kami memang masih cukup terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Namun kami melihat masih terdapat ruang pertumbuhan yang besar di luar Pulau Jawa,” ungkapnya seperti ditulis SWA.co.id di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Terkait perubahan perilaku konsumen, Jiwa Group melihat adanya dua tren berbeda. Format seperti Jiwa Culture, konsumen masih mencari pengalaman (experience), tempat berkumpul, dan lifestyle space. Sedangkan Kopi Sejuta Jiwa, perilaku konsumen lebih menekankan pada aspek aksesibilitas, kecepatan, dan convenience.
Billy optimistis ketiga model bisnis ini sustain dalam jangka panjang. Sebab Jiwa Group memiliki positioning yang jelas pada addressable market yang sangat besar. Kunci keberlanjutannya ada pada tiga hal utama yakni konsistensi produk, kesejahteraan rider, dan kemampuan brand untuk terus hadir dekat dengan konsumen.
Tak hanya berekspansi gerai, Jiwa Group kini mulai merambah inovasi digital lewat fitur KSJ Locator di dalam aplikasi Jiwa+. Melalui fitur ini, rider Kopi Sejuta Jiwa dapat memperoleh visibilitas terkait lokasi dan potensi pelanggan di radius 1 km, 3 km, hingga 5 km. Sementara konsumen dapat melihat keberadaan rider terdekat dan melakukan pemesanan melalui WhatsApp.
“Pada fase pertama ini, fokus utama fitur tersebut belum pada akuisisi user baru, melainkan lebih kepada mempermudah pelanggan existing Kopi Sejuta Jiwa untuk menemukan rider terdekat dengan lebih mudah,” tutur Billy.
Garap lintas segmen konsumen
Jiwa Group terus menunjukkan taring bisnis di tengah persaingan ketat antar pemain F&B minuman kopi lainnya di Indonesia. Billy menuturkan pihaknya mempunyai tiga unit bisnis.
Pertama, Janji Jiwa yang berfokus menghadirkan produk kopi berkualitas dengan cita rasa yang familiar bagi konsumen. Selain kopi, Janji Jiwa memiliki produk pendamping seperti toast. Konsep ini fokus pada kecepatan dan praktis dengan lokasi membidik area perkantoran, universitas dan kawasan residensial.
Kedua, Jiwa Culture menawarkan konsep lifestyle. Kini, terdapat 25 gerai Jiwa Culture yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kalimantan."Di Jiwa Culture, kami tidak hanya menawarkan produk minuman, tetapi juga variasi menu yang lebih luas, seperti pastry, toast, hingga hot food items. Konsep ruangnya juga dirancang sebagai creative space dan community hub," ucap Billy.
Sementara itu, Kopi Sejuta Jiwa tergolong lini bisnis terbaru Jiwa Group. Kopi Sejuta Jiwa diluncurkan pada 2023 sebagai pilot project. Kemudian, Billy melihat adanya peluang bisnis yang menggiurkan yang menyodorkan produk premium dengan harga terjangkau.
Saat ini layanan Kopi Sejuta Jiwa sudah hadir di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, serta beberapa kota di Jawa Tengah dengan konsentrasi terbesar masih berada di area Jabodetabek.
Kopi Sejuta Jiwa berhasil melayani lebih dari 6 juta gelas selama tiga tahun terakhir ini. Saat ini, peritel kedai kopi ini telah memiliki 1.500 rider aktif. "Kami melihat Kopi Sejuta Jiwa tidak hanya sebagai bisnis, tetapi juga sebagai ekosistem yang memberikan manfaat bagi dua stakeholder utama kami: mitra rider dan konsumen," imbuh Billy.
Ketiga bisnis ini, lanjut Billy, bukan sekadar bisnis pendukung satu sama lain, melainkan masing-masing merupakan growth pillar bagi Jiwa Group. Melalui tiga unit bisnis ini, Jiwa Group hadir untuk melayani segmen pasar yang berbeda.
"Secara khusus, kami melihat Kopi Sejuta Jiwa memiliki potensi untuk berkembang secara mandiri di segmen yang memang sedang bertumbuh, sehingga dalam jangka panjang dapat menjadi salah satu kontributor penting pertumbuhan perusahaan," tutur Billy.
Tak henti berinovasi
Jiwa Group memperkenalkan Kopi Sejuta Jiwa (KSJ) pada 2023. Segmen baru ini memberikan layanan mobile coffee cart yang hadir lebih dekat dengan konsumen di berbagai titik aktivitas masyarakat.
Billy menuturkan inovasi merupakan bagian dari DNA Jiwa Group. "Sejak awal, kami selalu berupaya menerapkan pendekatan customer-first dengan memahami kebutuhan konsumen, memperhatikan perubahan perilaku pelanggan, serta berani mengeksplorasi tren dan pengalaman baru yang relevan dengan keseharian mereka,” ungkapnya.
Kopi Sejuta Jiwa kembali menghadirkan dua inovasi terbaru dari sisi produk dan teknologi. Dari sisi produk, Kopi Sejuta Jiwa menghadirkan Es Kopi Susu Honey. Menu minuman terbaru ini memadukan karakter es kopi susu khas KSJ dengan sentuhan manis menyegarkan dari madu.
Perpaduan rasa kopi yang creamy dan ringan dengan hint madu menghadirkan sensasi minum kopi yang lebih smooth, refreshing, dan tetap cocok dinikmati dalam berbagai suasana.
Selain menghadirkan inovasi dari sisi produk, Kopi Sejuta Jiwa juga memperkenalkan fitur terbaru pada aplikasi JIWA+ yaitu KSJ Locator. Fitur ini memungkinkan konsumen untuk melacak lokasi mobile barista Kopi Sejuta Jiwa terdekat secara real time hingga radius 5 kilometer dari lokasi pengguna.
Melalui fitur ini, konsumen juga dapat berinteraksi langsung dengan mobile barista KSJ melalui fitur chat di aplikasi untuk mempermudah proses transaksi.
Kehadiran KSJ Locator melengkapi berbagai fitur yang sebelumnya telah tersedia di aplikasi JIWA+, seperti pemesanan dine-in, takeaway, dan delivery, guna menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih praktis dan seamless untuk konsumen. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.