Jababeka Refinancing dan Mengantongi Pinjaman Jangka Panjang dari Bank Mandiri (BMRI)
PT Jababeka Tbk (KIJA), emiten pengelola Kawasan Industri Jababeka, mengantongi pinjaman jangka panjang baru dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 15 tahun dalam bentuk Rupiah, dengan nilai yang tidak disebutkan.
Pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga mengambang (floating) sebesar 7% per tahun. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) Senior Notes atau surat utang senior perseroan senilai US$185.856.000 yang jatuh tempo pada Desember 2027.
Kemudian, KIJA memperoleh tambahan fasilitas term loan atau pendanaan berjangka sebesar Rp70 miliar, yang akan digunakan untuk kebutuhan korporasi perseroan.
“Transaksi ini secara signifikan memperpanjang profil jatuh tempo utang perseroan, memperkuat posisi likuiditas, serta semakin meningkatkan fleksibilitas keuangan perseroan,” jelas Wakil Direktur Utama Kawasan Industri Jababeka, Budianto Liman pada keterbukaan informasi di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Adapun, pinjaman ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan kewajiban (liability management) perseroan secara proaktif dan akan memperkuat profil keuangan jangka panjang KIJA.
Fasilitas pinjaman yang digunakan dalam bentuk Rupiah akan menyelaraskan struktur pembiayaan mata uang pelaporan perseroan, sehingga dapat mengurangi volatilitas laba akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing, khususnya Dolar Amerika Serikat (US$).
KIJA memberikan jaminan berupa sejumlah aset perseroan dan entits anak dengan total nilai jaminan yang memenuhi rasio coverage sebesar 120% dari nilai pinjaman. Pemberian jaminan ini bukan merupakan transaksi material, sehingga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Budianto optimistis pinjaman dari BMRI tersebut merupakan solusi pendanaan yang tepat dan terpercaya bagi perseroan di tengah volatilitas yang meningkat pada pasar utang internasional.
“Dukungan kuat dari sektor perbankan domestik juga mencerminkan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap strategi, kinerja operasional, dan fundamental jangka panjang perseroan,” tutur Budianto.
KIJA mengeklaim, perseroan tetap mempertahankan strategi pendanaan jangka panjang terdiversifikasi. Perseroan meyakini instrumen perbankan maupun pasar surat utang menjadi sumber pendanaan penting bagi KIJA. Harga saham KIJA pada awal tahun hingga 13 Mei 2026 (year to date) menyusut sebesar 16,35%, menjadi Rp174. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.