Foto Bisnis SWA: Peresmian Operasional Satelit Nusantara Lima

Jajaran manajemen PSN Group bersama beberapa anggota Kabinet Merah Putih meresmikan operasional Satelut Nusantara Lima di Jakarta, Senin (11/5/2026). (foto M. Ubaidillah/SWA)
Jajaran manajemen PSN Group bersama beberapa anggota Kabinet Merah Putih meresmikan operasional Satelut Nusantara Lima di Jakarta, Senin (11/5/2026). (Foto: M. Ubaidillah/SWA)

Satelit Nusantara Lima milik PSN Group kini telah beroperasi penuh (full operational) menyusul diterbitkannya izin operasi oleh Kementerian Kominfo pada 29 April lalu. Kehadiran satelit ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemilik kapasitas satelit nasional terbesar di Asia.

Nusantara Lima memiliki kapasitas di atas 160 Gbps. Bersama dengan Satria I dan satelit lainnya (seperti milik Telkom dan BRI), total kapasitas nasional Indonesia kini mencapai hampir 400 Gbps. Kapasitas satelit Nusantara Lima menjadi yang terbesar di Asia.

Antena Cerdiq menjadi salah satu yang dipamerkan dalam peluncuran operasional satelit Nusantara Lima. Antena ini dikembangkan oleh PSN Group dan 100% buatan lokal. (foto M. Ubaidillah/SWA)
Antena Cerdiq menjadi salah satu yang dipamerkan dalam peluncuran operasional satelit Nusantara Lima. Antena ini dikembangkan oleh PSN Group dan 100% buatan lokal. (foto M. Ubaidillah/SWA)
Direktur Utama PSN Group Adi Rahman Adiwoso saat memberikan sambutan dalam peresian operasional satelit NUsantara Lima di Jakarta. (foto M. Ubaidillah/SWA)
Direktur Utama PSN Group Adi Rahman Adiwoso saat memberikan sambutan dalam peresian operasional satelit NUsantara Lima di Jakarta. (foto M. Ubaidillah/SWA).(*)

Satelit Nusantara Lima milik PSN Group kini telah beroperasi penuh (full operational) menyusul diterbitkannya izin operasi oleh Kementerian Kominfo pada 29 April lalu. Kehadiran satelit ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemilik kapasitas satelit nasional terbesar di Asia.

Direktur Utama PSN Group, Adi Rahman Adiwoso, menjelaskan total investasi yang dikelola perusahaan untuk rangkaian satelitnya, mulai dari Nusantara Satu, Nusantara Tiga (Satria), hingga Nusantara Lima mencapai angka Rp23 triliun. Khusus untuk Nusantara Lima sendiri, nilai investasinya menyentuh angka sekitar Rp8 triliun.

"Investasi Rp23 triliun itu adalah total keseluruhan untuk Nusantara Satu, Nusantara Tiga atau Satria, dan Nusantara Lima. Untuk Nusantara Lima sendiri porsinya sekitar Rp8 triliun," ungkapnya usai peresmian operasi Satelit Nusantara Lima di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Nusantara Lima memiliki kapasitas di atas 160 Gbps. Bersama dengan Satria I dan satelit lainnya (seperti milik Telkom dan BRI), total kapasitas nasional Indonesia kini mencapai hampir 400 Gbps. Kapasitas satelit Nusantara Lima menjadi yang terbesar di Asia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag