BEI Berancang-Ancang Berjumpa Sejumlah Emiten High Shareholding Concentration, Bahas Free Float?
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengonfirmasi terdapat sejumlah emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan terkonsentrasi tinggi akan melakukan diskusi dengan Bursa. Namun, Jeffrey enggan menyebut nama emiten tersebut.“Sudah ada satu atau dua emiten,” jelas Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta pada Senin sore (18/5/2026).
BEI telah menerima beberapa surat permintaan diskusi dari emiten-emiten yang berstatus HSC tersebut.“Ada beberapa tanggal dan dari beberapa perusahaan, semuanya kami layani dengan baik,” lanjut Jeffrey.
Jeffrey menyebutkan emiten-emiten HSC tersebut masih belum menyampaikan rencana aksi korporasi untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan. Selain itu, 10 emiten HSC tersebut belum menyampaikan laporan keterbukaan dan meminta BEI untuk melakukan tinjauan atau screening ulang.
Namun, Jeffrey menegaskan peninjauan ulang tersebut tidak memiliki tenggat waktu. Sedangkan kebijakan exit dari 10 emiten HSC tersebut, belum ditentukan, sebab kebijakan HSC bukan merupakan sebuah pelanggaran terhadap perundang-undangan yang berlaku.
Beberapa minggu sebelumnya, MSCI dan FTSE Russell telah menyoroti empat evaluasi pasar modal Indonesia, yaitu pengungkapan data pemegang saham di atas 1%, pembukaan data klasifikasi investor oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pemenuhan saham beredar di publik (free float) minimum 15%, dan pembukaan data pemegang saham terkonsentrasi tinggi (HSC).
BEI telah mengumumkan saham-saham HSC pada 2 April 2026 dan 8 Mei 2026. Sepuluh emiten tersebut yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.