Aster Chemicals & Energy Kucurkan Rp1,28 Triliun untuk Proyek Etilana di Singapura
Perusahaan sektor energi dan kimia, Aster Chemicals & Energy (Aster), resmi mengambil Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) untuk melanjutkan proyek ekspansi kapasitas ekspor etilena (C2). Proyek senilai US$ 80 juta (sekitar Rp1,28 triliun) ini akan berpusat di Kompleks Etilena Cracker milik Aster di Bukom, Singapura.
Dalam merealisasikan proyek tersebut, Aster telah memberikan kontrak kerja rekayasa (engineering) dan konstruksi kepada beberapa mitra strategis. Dua mitra utama yang ditunjuk adalah Toyo Engineering Corporation dan UTOC Engineering Pte Ltd.
Kontrak kerja sama ini mencakup rekayasa mendetail, pengadaan, serta konstruksi (Engineering, Procurement, and Construction/EPC) untuk instalasi sistem pendingin etilena paralel (parallel ethylene chiller system). Selain itu, proyek ini juga menyasar perluasan logistik ekspor etilena keluar (outbound) di Bukom.
Targetnya, proyek infrastruktur ini akan rampung pada tahun 2027. Setelah beroperasi, fasilitas baru ini diproyeksikan mampu melipatgandakan kapasitas ekspor etilena dari Bukom.
Langkah strategis ini juga bertujuan untuk memperdalam integrasi antara fasilitas Bukom dengan kompleks cracker milik Chandra Asri yang berlokasi di Cilegon, Indonesia. Dengan demikian, rantai nilai (value chain) turunan C2 dari hulu ke hilir di kedua lokasi tersebut akan semakin kokoh, sekaligus memperkuat posisi Singapura sebagai simpul strategis dalam jaringan pasokan petrokimia regional.
Toyo Engineering Corporation dipilih karena rekam jejak dan keahliannya yang luas dalam rekayasa serta konstruksi fasilitas pemrosesan hidrokarbon di Asia. Sementara itu, UTOC Engineering yang berbasis di Singapura, berkontribusi melalui kapabilitas spesialisnya dalam konstruksi pabrik industri. Kedua mitra ini dinilai unggul dalam kemampuan teknis, disiplin operasional, serta komitmennya terhadap penyerapan tenaga kerja ahli lokal di Singapura.
Direktur Proyek & Teknologi Aster, Mashhad Dohadwala, menyatakan bahwa penyerahan kontrak ini menandai dimulainya fase realisasi demi membangun kapasitas ekspor yang lebih besar dan keandalan pasokan yang lebih kuat.
"Seiring meningkatnya permintaan etilena di Asia, kemampuan Singapura untuk bertindak sebagai pelabuhan asal ekspor yang andal dan berkapasitas tinggi menjadi sangat penting. Secara komersial ini menguntungkan pelanggan kami, dan secara strategis memperkuat posisi Singapura dalam jaringan energi global. Toyo dan UTOC adalah mitra yang tepat untuk mewujudkan visi ini," ujar Mashhad pada siaran pers yang dikutip Selasa (19/5/2026).
Eiji Sakata, Senior Executive Officer sekaligus Unit Director of Business Development and Marketing Unit Toyo, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Aster dalam Ethylene Chiller Unit Revamp Project ini.
"Melalui proyek ini, kami bertujuan meningkatkan kapabilitas ekspor etilena serta mempererat kemitraan dengan Aster," kata Eiji Sakata.
Senada dengan Toyo, Senior Director UTOC, Kelvin Yeo, menegaskan komitmen penuh perusahaannya untuk memberikan hasil terbaik, khususnya pada aspek keselamatan (safety), kualitas, dan eksekusi proyek. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.