BEI Evaluasi Mayor Tiga Indeks ESG, Saham Sawit hingga Tambang Terdepak
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap tiga indeks berbasis keberlanjutan, yakni indeks SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, dan ESGQKEHATI, melansir dari laman keterbukaan informasi BEI pada 21 Mei 2026. Dari tiga indeks tersebut, mayoritas saham yang dikeluarkan berasal dari sektor barang konsumen primer, energi, perindustrian, dan barang baku.
Pada indeks SRI-KEHATI, BEI mengeluarkan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dari sektor barang konsumen primer serta PT United Tractors Tbk (UNTR) dari sektor perindustrian. Di sisi lain, BEI hanya menambahkan satu saham baru, yakni PT Indosat Tbk (ISAT) dari sektor infrastruktur dan telekomunikasi.
Evaluasi mayor tersebut berlaku efektif mulai 2 Juni 2026 hingga 30 November 2026.
Pada perdagangan saham Jumat (22/5/2026), indeks SRI-KEHATI melemah 0,92% ke level 308,41 dari sebelumnya 311,26, mengutip data aplikasi IDX Mobile pada jeda sesi pertama pukul 13.09 WIB. Sebanyak 13 saham turun, 9 saham naik, dan 3 saham stagnan.
Sementara itu, pada indeks ESGSKEHATI, BEI mengeluarkan 14 saham. Dari sektor keuangan, saham yang dikeluarkan meliputi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).
Dari sektor transportasi dan logistik, terdapat PT Blue Bird Tbk (BIRD). Kemudian dari sektor barang konsumen non-primer, terdapat PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).
Di sektor energi, BEI mengeluarkan saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Sementara dari sektor properti dan real estat, terdapat PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).
Adapun dari sektor barang konsumen primer, saham yang dikeluarkan meliputi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang bergerak di bisnis peternakan, serta PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang bergerak di bisnis perkebunan sawit.
Selain itu, dari sektor infrastruktur, BEI mengeluarkan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Di sisi lain, BEI menambahkan delapan saham ke indeks ESGSKEHATI, yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Pada perdagangan Jumat, indeks ESGSKEHATI turut melemah 0,44% ke level 104,87 dari sebelumnya 105,33. Sebanyak 26 saham turun, 20 saham naik, dan 9 saham stagnan.
Sementara itu, pada indeks ESGQKEHATI, BEI mengeluarkan tujuh saham, yakni PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
Di sisi lain, BEI menambahkan tujuh saham baru ke indeks ESGQKEHATI, yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Pada perdagangan sesi pertama Jumat, indeks ESGQKEHATI juga terkoreksi 0,70% ke level 104,04 dari sebelumnya 104,77. Sebanyak 22 saham turun, 17 saham naik, dan 6 saham stagnan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.