Tak Lagi Sekadar Promotor Konser, PK Entertainment Group Diversifikasi ke Film dan Investasi Kreatif

 Peter Harjani, Founder dan CEO PK Entertainment Group. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)
Peter Harjani, Founder dan CEO PK Entertainment Group. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)

PK Entertainment Group memasuki babak baru dengan memperluas bisnisnya, tidak hanya di sektor live events, tetapi juga ke musik, film, strategic investment, dan creative partnership. Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem kreatif di Indonesia.

“Kini audiens semakin mencari pengalaman yang personal, imersif, dan berbasis komunitas, maka kolaborasi menjadi cara paling relevan untuk menjangkau mereka di berbagai sektor hiburan. Mulai dari live entertainment, film, musik, hingga creative ventures. Kami percaya masa depan industri hiburan akan dimiliki oleh ekosistem, bukan bisnis yang berdiri sendiri,” ujar Peter Harjani, Founder dan CEO PK Entertainment Group, di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Memasuki usia ke-11 tahun, PK Entertainment Group kini memiliki lima portofolio bisnis. Pertama, PK Entertainment sebagai unit promotor konser internasional yang telah menghadirkan lebih dari 30 konser kelas dunia kepada lebih dari 1 juta penonton di Indonesia.

Kedua, PK Events yang bergerak di bidang event dan production service. Unit ini telah menangani lebih dari 500 brand dan entertainment experiences bersama lebih dari 40 perusahaan multinasional seperti Google, YouTube, Meta, dan Netflix.

Ketiga, PK Music yang dibentuk untuk memperkuat industri musik lokal melalui konser dan berbagai kegiatan bersama para artis. Unit ini juga mendukung musisi Indonesia membawa karya mereka dari panggung lokal ke panggung global.

“Dalam dua tahun terakhir, PK Music telah menyelenggarakan lebih dari 50 event musik lokal dan kini mulai berekspansi ke Singapura dan Malaysia,” imbuh Peter.

Keempat, PK Films hadir untuk mendukung cerita lokal melalui produksi dan pendanaan film. Setelah merilis lima judul film pada 2025, divisi ini menargetkan tambahan 10 proyek pada 2026.

Terakhir, PK Capital yang berfokus mendukung generasi baru bisnis kreatif yang membentuk kultur dan komunitas anak muda melalui kolaborasi dengan berbagai brand dan platform kreatif seperti LaLaLa Fest, Milli, Opium, dan Juice.

Di sisi lain, generasi Gen Z dan milenial kini semakin mengutamakan pengeluaran untuk pengalaman hiburan seperti konser dan festival dibandingkan kepemilikan barang. Pasar live entertainment di Asia Tenggara pun diproyeksikan mencapai US$770 juta pada 2028, dengan Indonesia menjadi salah satu pasar konser terbesar di kawasan regional. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag