PK Entertaiment Group Berencana Ekspansi Ke Asia Timur, Apa Saja Agendanya di 2026?

Harry Sudarma, Co-Founder dan COO PK Entertainment Group. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)
Harry Sudarma, Co-Founder dan COO PK Entertainment Group. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)

Memasuki pertengahan 2026, PK Entertainment Group masih menggarap sejumlah konser spektakuler. Harry Sudarma, Co-Founder dan COO PK Entertainment Group, menuturkan rencana menggelar konser Boynextdoor pada 5 Desember 2026 dan Enhypen pada 23 Januari 2027. Masih ada beberapa konser tambahan lainnya di kuartal IV/2026 yang akan diumumkan Bos PK Entertainment pada Juni atau Juli 2026.

PK Entertainment Group menargetkan penjualan tiket konser Boynextdoor hingga 10 ribu tiket utuk skala konser arena. Sementara konser Enhypen menyiapkan penjualan tiket untuk 45-50 ribu penonton dengan skala stadium show.

Bagi Harry, proses membawa artis internasional ke Indonesia bukanlah hal mudah. Dibutuhkan proses negosiasi yang panjang untuk meyakinkan sang artis maupun manajemennya bahwa Indonesia adalah pasar yang menarik.

"Tantangan utamanya adalah meskipun hype dan antusiasme penggemar sangat besar, daya beli aktual atau wallet share konsumen belum selalu sebanding dengan besarnya antusiasme tersebut," tuturnya di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Selain itu, perilaku pasar konser saat ini sangat dipengaruhi fenomena FOMO (fear of missing out). Banyak orang membeli tiket bukan hanya karena menyukai artisnya, tetapi juga karena ingin menjadi bagian dari tren sosial. Menurutnya, kondisi ini menjadi pedang bermata dua.

Ketika artis yang dibawa sedang viral, amplifikasi dan penjualan tiket bisa sangat besar. Namun jika artis kurang memiliki momentum atau popularitas tinggi, maka konversi penjualan tiket menjadi jauh lebih menantang.

Agar bisa mencapai target di tengah berbagai tantangan tersebut, PK Entertainment Group menggandeng CT Corp. Keduanya memperkenalkan K+ Entertainment, menghadirkan pengalaman budaya dan hiburan berskala besar untuk audiens. Ekosistem ini memadukan konser, exhibition, city activation, hingga aktivitas pra dan pasca konser. Inovasi ini bisa menjadi nilai tambah bagi para artis global.

Bidik Asia Tenggara

Baru-baru ini PK Entertainment Group berhasil membawa artis K-pop Ateez dalam konser di Bangkok, Thailand. Negara Gajah Putih itu menjadi lokasi pertama yang dibidik lantaran kondisi pasarnya tergolong serupa dengan di Indonesia: basis penggemar fanatik dan pemasaran digital yang kencang.

Harry mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menjajaki beberapa pasar baru seperti Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia. Mereka juga sedang berdiskusi dengan sejumlah artis K-pop maupun artis Barat untuk dibawa ke pasar-pasar tersebut. Bahkan dalam waktu dekat, ada proyek tambahan satu atau dua konser lagi di Bangkok.

PK Entertainment Group juga terus memperkuat eksistensinya di Asia Tenggara. Mulai dari kolaborasi bersama LaLaLa Fest yang tengah mempersiapkan ekspansi festival ke Manila, Filiphina serta kerja sama dengan Antara Suara untuk membawa talenta lokal ke panggung global melalui D’Masiv Asia Home Run.

"Fokus utama kami ke depan adalah memperkuat capital dan partnership lokal di setiap negara tujuan. Ekspansi ini tidak mungkin berhasil tanpa memahami kultur dan karakter pasar setempat. Kehadiran partner lokal juga penting untuk membantu insight pasar dan eksekusi operasional," tutup Harry. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag